Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT penyaluran beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dilaksanakan Bulog Cianjur, Jawa Barat, relatif masih cukup rendah. Hingga saat ini penyalurannya baru berkisar di angka 3% dari kuota yang ditargetkan.
Pimpinan Cabang Bulog Cianjur, Yanto Nurdiyanto, mengatakan tahun ini Bulog Cianjur ditargetkan bisa menyalurkan beras SPHP sebanyak 21 ribu ton. Dari target tersebut, penyalurannya sekitar 600 ton.
"Target (Bulog) Cabang Cianjur ini memang cukup besar, hampir 21 ribu ton. Memang sekarang masih kecil. Masih di angka sekitar 3%, baru sekitar 600 ton," kata Yanto, Jumat (5/9).
Cukup kecilnya tingkat penyaluran beras SPHP bukan tanpa alasan. Yanto menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan penyaluran relatif masih rendah.
"Tapi memang di Cianjur itu kan masih musim panen juga. Kemudian harga beras medium juga di pasaran masih di bawah HET (harga eceran tertinggi)," ucapnya.
Hasil pengamatan di lapangan, kata Yanto, harga beras jenis medium di Kabupaten Cianjur rata-rata kisaran Rp13.080 per kg. Sementara HET beras medium di kisaran Rp13.500 per kg.
"Jadi, pada prinsipnya harga beras medium di Cianjur cukup stabil," tuturnya.
Yanto menuturkan, SPHP merupakan program pemerintah dengan tujuan menstabilkan harga beras medium. Tujuan lainnya yaitu menambahkan pasokan ketika terjadi kelangkaan.
"Mekanisme penyaluran beras SPHP ini bisa dilakukan melalui gerakan pangan murah (GPM). Biasanya kami bekerja sama dengan pemerintah daerah. Tapi bisa juga dilakukan mandiri. Kami minta persetujuan melaksanakan GPM di titik mana," imbuh Yanto.
Termasuk penyaluran yang bekerja sama dengan Polri dan TNI atau institusi pemerintah lainnya. Untuk menjangkau masyarakat pembeli, beras SPHP juga sudah tersedia di kios-kios pengecer di pasar-pasar tradisional.
"Jadi, penyaluran beras SPHP itu bisa memutus mata rantai distribusi. Sebab, penyalurannya langsung ke konsumen," pungkas Yanto. (H-2)
Tahun ini Bulog Cianjur ditargetkan bisa menyerap sebanyak 49.247 ton gabah
Proses penyaluran bantuan pangan memang membutuhkan koordinasi yang kuat antarinstansi
Untuk penyerapan GKP, Bulog Cianjur berkontribusi terhadap pengamanan di tingkat petani. Bulog Cianjur ditargetkan bisa menyerap sebanyak 42 ribu ton GKP.
Sampai saat ini Bulog Cianjur sudah menyerap sebanyak 48.300 ton GKP. Serapannya berasal dari para petani di wilayah Kabupaten Cianjur serta Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan beras. Pasalnya, Bulog terus melakukan penyerapan gabah dari para petani.
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena super El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
PENELITI Center of Reform on Economics (CoRE) Eliza Mardian mengingatkan bahwa fenomena super El Nino menjadi risiko serius bagi sistem pangan nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Program stabilisasi harga beras tetap berjalan tanpa kenaikan harga, meskipun terjadi tekanan biaya akibat isu kelangkaan bahan baku plastik untuk kemasan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved