Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
JURU Bicara Kementerian Koordinator Bidang Pereknomian Haryo Limanseto turut buka suara terkait dengan putisan pengadilan banding Amerika Serikat (AS) yang menyatakan bahwa sebagian besar kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump tidak sah secara hukum atau ilegal.
"Kita perlu melihat juga implementasi hasil keputusan pengadilan di AS dan jika memang benar bahwa tarif berlaku seperti semula, ya berarti kita juga akan duduk kembali," ucap Haryo saat dihubungi, Minggu (31/8).
Pada prinsipnya, sambung Haryo, semua perjanjian dagang termasuk tarif memang berlaku secara periodik, tidak permanen, dan ada waktu untuk peninjauan kembali.
Maka dari itu, Haryo menegaskan bahwa untuk antisipasi terhadap ketidakpastian kebijakan suatu negara lain, maka Indonesia harus banyak membuka pasar baru dalam bertransaksi.
"Harapannya ekspor Indonesia tidak terhambat dan justru akan meningkat," pungkas Haryo.
Sebagaimana diketahui, pengadilan banding di AS menyatakan sebagian besar tarif perdagangan yang diberlakukan Donald Trump saat menjabat presiden tidak sah secara hukum. Putusan itu menegaskan bahwa kewenangan menetapkan tarif ada di tangan Kongres, bukan presiden, dan membuka jalan bagi uji sengketa di Mahkamah Agung. (E-4)
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
Direktur CBO Phillip Swagel memperingatkan kebijakan tarif AS dan putusan Mahkamah Agung dapat membengkakkan defisit anggaran federal hingga US$1,1 triliun.
Tiongkok membantah tuduhan AS soal suplai senjata ke Iran dan memperingatkan balasan jika Donald Trump nekat menerapkan tarif 50 persen di tengah krisis Selat Hormuz.
Malaysia resmi jadi negara pertama yang batalkan perjanjian perdagangan dengan AS usai putusan MA Amerika Serikat. Simak dampak dan alasan lengkapnya di sini.
MITRA dagang utama Amerika Serikat (AS) di Asia kembali menghadapi ketidakpastian setelah Mahkamah Agung AS membantalkan sejumlah tarif Trump.
PERUBAHAN kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai memperbesar ketidakpastian bagi pelaku usaha dan konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved