Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan kesepakatan tarif impor dengan Amerika Serikat (AS) masih dinamis. Staf Ahli dan Juru Bicara Kemenko Perekonomian Fithra Faisal Hastiadi menyebut penurunan tarif dari 32% ke 19% itu upaya terbaik yang bisa dilakukan.
"Namun masih ada ruang diskusi, apalagi ketika ada negara ASEAN yang mendapat tarif lebih rendah. Kita bicara mengenai kedinamisan antarwaktu. Saat mendapat tarif 19%, itu kita nilai ideal sekali dan menjadi best deal," ujarnya dalam diskusi di Universitas Paramadina, Jakarta, Kamis (31/7).
"Tapi kalau yang lain mendapat 15%, kita mendapatkan ruang untuk melakukan the second round negotiation," imbuhnya.
Ia memaparkan bahwa upaya negosiasi untuk mendapatkan tarif 15%-20% adalah skenario ideal. Skenario buruk adalah tetap 32%. Skenario yang tengah atau moderat adalah 25%-30%.
"Kenapa saya bilang ini skenario ideal? Kita bandingkan dengan Inggris, itu bisa dijadikan sebagai baseline. Inggris itu defisit dengan AS. Artinya seharusnya Inggris berhak untuk memberikan tarif kepada AS karena berdasarkan prinsip resiprokal tersebut. Tapi enggak, Inggris malah kena 10%," kata dia.
Selain itu, tarif Indonesia juga 1% lebih rendah dari Vietnam yang dikenakan 20%. Vietnam bahkan diberi semacam klausul khusus, kalau ada transhipment, tarif ditambah 40%.
"Indonesia memang ada klausul juga tentang transhipment tapi tidak sekeras Vietnam," kata Fithra.
Untuk kondisi ASEAN, katanya, Indonesia masih baik. "Kalau misalnya ada ASEAN misalnya yang kena 15%, kita berhak untuk negosiasi lebih lanjut," ujarnya.
Fithra juga memberi bocoran bahwa pemerintah sedang mengusahakan produk-produk yang memang tidak bersaing langsung dengan AS mendapat fasilitas bebas tarif.
"Seperti nikel, ada cinnamon, spices, critical minerals, kemudian ada agricultural products, coffee, cocoa, dan juga CPO, itu bisa 0%. Jadi ada kemungkinan-kemungkinan itu yang bisa kita telusuri dan eksplorasi," ungkapnya. (Ifa/E-1)
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
Direktur CBO Phillip Swagel memperingatkan kebijakan tarif AS dan putusan Mahkamah Agung dapat membengkakkan defisit anggaran federal hingga US$1,1 triliun.
Tiongkok membantah tuduhan AS soal suplai senjata ke Iran dan memperingatkan balasan jika Donald Trump nekat menerapkan tarif 50 persen di tengah krisis Selat Hormuz.
Malaysia resmi jadi negara pertama yang batalkan perjanjian perdagangan dengan AS usai putusan MA Amerika Serikat. Simak dampak dan alasan lengkapnya di sini.
MITRA dagang utama Amerika Serikat (AS) di Asia kembali menghadapi ketidakpastian setelah Mahkamah Agung AS membantalkan sejumlah tarif Trump.
PERUBAHAN kebijakan tarif terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump dinilai memperbesar ketidakpastian bagi pelaku usaha dan konsumen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved