Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prabowo Subianto dikabarkan berhasil melakukan negosiasi terkait tarif perdagangan Indonesia-Amerika Serikat. Informasi ini pertama kali muncul melalui unggahan di akun media sosial Presiden AS Donald Trump, Rabu pagi waktu Indonesia (16/7). Dalam kesepakatan tersebut, barang impor dari Indonesia dikenakan tarif sebesar 19%, sementara barang impor dari Amerika masuk ke Indonesia dengan tarif 0%.
Ketua Dewan Direktur Great Institute Syahganda Nainggolan, mengapresiasi langkah diplomasi Presiden Prabowo. Namun, ia menilai bahwa hasil negosiasi tersebut belum mencerminkan prinsip perdagangan yang adil dan setara bagi Indonesia.
“Informasi mengenai kebijakan ini masih belum jelas. Sebelumnya, Indonesia dikenakan tarif dasar sebesar 10% seperti negara lain. Dengan tambahan 19% sekarang, berarti total tarif bisa mencapai 29%,” ujar Syahganda, dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (17/7).
Meskipun Prabowo menyatakan telah berhasil menurunkan tarif resiprokal dari 32%, Great Institute menilai bahwa struktur tarif ini tetap merugikan Indonesia. Ketimpangan terjadi karena produk Amerika masuk ke pasar Indonesia tanpa hambatan, seiring komitmen Indonesia membuka akses penuh untuk sektor energi, agrikultur, dan manufaktur asal AS.
“Kondisi ini menunjukkan hubungan dagang yang asimetris. Produk Indonesia dikenai tarif tinggi, sedangkan produk AS masuk bebas hambatan. Ini berisiko menciptakan distorsi dalam pasar dan merugikan produsen lokal,” tegas Syahganda.
Presiden Prabowo sendiri menegaskan dalam pernyataannya bahwa ia belum puas sebelum tarif perdagangan menjadi 0% bagi kedua belah pihak.
“Saya baru puas jika tarif menjadi 0 persen,” ujar Prabowo.
Bagi Indonesia, tarif 19% bukan sekadar angka. Kebijakan ini langsung berdampak pada daya saing sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, dan perikanan—yang mencakup 38% dari total ekspor ke AS. Kenaikan biaya akibat tarif ini diperkirakan akan memaksa pelaku usaha mengurangi produksi, menahan ekspansi, hingga melakukan PHK.
Padahal, dengan pangsa pasar Indonesia di AS yang masih relatif kecil dibandingkan Vietnam (20%) dan Meksiko (30%), seharusnya masih ada peluang untuk memperluas ekspor. Namun, peluang ini hanya dapat dimanfaatkan jika didukung oleh peningkatan produktivitas, efisiensi logistik, serta perbaikan struktur biaya.
“Kapasitas industri manufaktur nasional belum siap untuk ekspansi cepat di tengah ketidakpastian tarif dan lemahnya permintaan global. Tanpa strategi industrialisasi jangka panjang, potensi keuntungan bisa berubah menjadi beban,” ujar Syahganda.
Ia juga menekankan bahwa kebijakan bebas tarif bagi produk Amerika justru bertentangan dengan agenda industrialisasi nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo dalam Visi Indonesia Emas 2045. Tanpa proteksi yang memadai, produk impor AS berpotensi mendominasi pasar domestik, dari sektor otomotif hingga pertanian dan energi.
“Struktur perdagangan yang timpang seperti ini menghambat pertumbuhan teknologi dan kemandirian industri dalam negeri. Jika terus dibiarkan, ini bisa menggerus ruang bagi industrialisasi nasional,” katanya.
Untuk itu, Great Institute mendorong pemerintah agar melakukan negosiasi ulang dengan Amerika Serikat. Negosiasi ini harus dilakukan secara transparan, terdokumentasi dengan baik, dan berdasarkan perhitungan ekonomi yang menguntungkan Indonesia.
“Kami mendukung penuh langkah Presiden Prabowo untuk kembali bernegosiasi dengan Presiden Trump, demi tercapainya tarif resiprokal yang lebih adil. Setiap kesepakatan harus dituangkan secara jelas dan terbuka demi kepastian hukum dan iklim usaha yang sehat,” tutup Syahganda. (Cah)
Masalah ini bukan semata soal angka, tetapi lebih pada strategi negosiasi yang lemah. Ia menyebut Indonesia berada dalam posisi yang sebenarnya punya leverage kuat.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
KETUA Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi pembangunan 13 proyek hilirisasi II oleh BPI Danantara dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/4), berikut daftarnya
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Syahganda menyebut penunjukan Jumhur sebagai awal ‘pertarungan baru’, terutama dalam menghadapi kekuatan oligarki yang dinilai merusak lingkungan.
Partai Ummat juga menyerukan Kementerian Hukum menjaga independensi sebagai lembaga eksekutif yang seharusnya memberikan pelayanan.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di Bekasi guna mencegah kecelakaan kereta api. Anggaran Rp4 triliun disiapkan untuk 1.800 titik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved