Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTAMINA EP melalui terobosan terbaru,yang disebut DOBBER (downhole scrubber), berhasil menurunkan angka loss production opportunity/LPO, dari 60 barel menjadi nihil barel dalam waktu enam bulan di Lapangan Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.
Pada ajang the 49th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) yang digelar 20-22 Mei 2025 lalu, inovasi DOBBER menjadi salah satu inovasi yang ditampilkan di booth Pertamina Hulu Energi.
Selain mampu menurunkan LPO, inovasi DOBBER juga mencatatkan penghematan biaya sebesar Rp10,7 miliar per tahun melalui konversi genset diesel ke genset gas sumur Electrical Submersible Pump (ESP).
Keunggulan produksi ini juga dibarengi dengan keberhasilan menurunkan emisi karbon hingga 1.001 ton CO?e per tahun. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari program konversi genset diesel ke genset gas dari tiga sumur ESP lainnya, efek domino dari perbaikan kualitas fuel gas. Hasil ini membuktikan bahwa inovasi DOBBER tidak saja memberikan manfaat operasional, tapi juga berkontribusi untuk keberlanjutan lingkungan.
Melalui penerapan DOBBER, Pertamina EP berhasil menghadirkan solusi cerdas untuk mengoptimalkan produksi migas, khususnya di wilayah dengan akses terbatas sehingga sulit dijangkau oleh peralatan konvensional berukuran besar. Inovasi ini menjadi jawaban atas salah satu tantangan utama dalam industri hulu migas di Indonesia yakni efisiensi operasional di medan yang tidak mudah diakses.
DOBBER dirancang untuk mengatasi masalah fuel gas basah yang mengandung uap air atau hidrokarbon cair cukup tinggi, yang kerap menjadi tantangan saat mengoperasikan genset gas sebagai penggerak ESP.
Alat ini digunakan untuk menaikkan fluida (biasanya berupa minyak) dari sumur ke permukaan, terutama ketika tekanan reservoir sudah tidak cukup kuat untuk mendorong minyak keluar sendiri.
ESP sangat efektif untuk meningkatkan produksi pada sumur dengan cadangan yang masih besar tapi bertekanan rendah atau dengan angka produksi yang menurun.
Melalui prinsip kerja pemisahan fluida di bawah permukaan, atau subsurface separation, DOBBER menghadirkan solusi inovatif untuk mengatasi tantangan produksi di sumur-sumur dengan akses terbatas yang membutuhkan bahan bakar gas tetapi kondisinya basah.
Dengan memanfaatkan kondisi alami sumur, serta panas dari geothermal gradient, DOBBER mampu memisahkan gas dari cairan, secara efisien di dalam sumur.
“Hasilnya adalah gas kering yang sesuai spesifikasi untuk menggerakkan genset, sehingga pasokan listrik bagi unit ESP tetap stabil dan kegiatan operasi produksi berjalan lancar tanpa gangguan,” kata pimpinan proyek lintas fungsi inovasi DOBBER, Saifudin Zuhri dilansir dari keterangan resmi, Rabu (4/6).
Keberhasilan DOBBER merupakan buah kolaborasi lintas fungsi di Pertamina EP Jatibarang Field. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa kolaborasi mampu membuahkan solusi yang berdampak positif bagi perusahaan dan negara.
Inovasi yang pertama kali dikembangkan sejak November 2023 hingga Maret 2024 ini sudah diimplementasikan di klaster sumur JTB-068 di Lapangan Jatibarang, dan siap untuk direplikasikan di klaster sumur sejenis lainnya di wilayah kerja migas Pertamina lainnya.
Bagi Pertamina EP, DOBBER tidak hanya sekadar inovasi teknologi, tetapi juga wujud nyata komitmen Perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional. Di tengah tantangan global dan meningkatnya kebutuhan energi, Pertamina EP terus berupaya memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga, dengan mengoptimalkan potensi produksi yang ada, sekaligus memperhatikan aspek keberlanjutan dan lingkungan. (H-2)
Studi terbaru mengungkap bahwa tanaman pangan lokal seperti beras, jagung, dan singkong menyumbang deforestasi lebih besar daripada komoditas ekspor populer.
Studi terbaru mengungkap bendungan berang-berang mampu mengubah sungai menjadi penyerap karbon alami yang efektif. Solusi murah untuk atasi perubahan iklim?
Transformasi menuju praktik green mining semakin menjadi perhatian di sektor pertambangan Indonesia seiring meningkatnya tuntutan global terhadap dekarbonisasi.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Upaya mendorong sistem logistik rendah karbon dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung komitmen iklim nasional, termasuk pencapaian target FOLU Net Sink 2030.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Sepanjang 2025 perusahaan terus mewujudkan komitmen keberlanjutan melalui langkah nyata dengan memanfaatkan pendekatan berbasis data di seluruh agenda ESG.
Inisiatif ini bukanlah sekadar kampanye sesaat, melainkan bagian dari sistem tanggung jawab jangka panjang perusahaan yang telah dibangun sejak tahun 2022.
Selain membantu mengurangi sampah organik, eco-enzyme juga berfungsi untuk memperbaiki kualitas air dan mengurangi bau pada saluran air.
Seiring dengan meningkatnya kompleksitas implementasi ESG, perusahaan juga menghadapi tantangan dalam menentukan prioritas dampak, kesiapan organisasi, hingga pendanaan.
Capaian peringkat Hijau yang diraih didorong berbagai inisiatif keberlanjutan, seperti efisiensi energi dan air, penurunan emisi, hingga pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular.
Program ini menjadi momentum bagi industri untuk melihat pentingnya pembangunan komunitas sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved