Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil mencetak pendapatan sebesar US$954,59 juta atau sekitar Rp15,42 triliun pada 2024, berdasarkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit. Kinerja ini diraih meski pabrik utama Hot Strip Mill 1 (HSM 1) tidak beroperasi penuh sepanjang tahun.
Direktur Utama Krakatau Steel Muhamad Akbar Djohan menyatakan, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja melalui berbagai langkah strategis.
"Kami terus berkomitmen untuk meningkatkan kinerja Krakatau Steel Group, bahkan dengan adanya berbagai tantangan global saat ini," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Rabu (7/5).
Perusahaan juga mencatat EBITDA positif sebesar US$6,63 juta, sekitar Rp107,17 miliar dan arus kas operasi senilai Rp1,42 triliun. Sementara itu, total aset per akhir 2024 mencapai Rp46,77 triliun, tumbuh 1,59% dibandingkan tahun sebelumnya.
Akbar optimistis kinerja Krakatau Steel akan semakin membaik berkat reaktivasi pabrik HSM 1 yang mampu memproduksi hingga 2,4 juta ton Hot Rolled Coil per tahun.
Selain itu, berbagai proyek strategis dan kemitraan dengan BUMN, pabrikan, distributor, serta konsumen juga tengah digencarkan. "Kami optimistis Krakatau Steel Group bisa mendapatkan kepercayaan melalui brand equity dari para stakeholder, termasuk meningkatkan volume penjualan di tahun ini," kata Akbar.
Lebih jauh, Krakatau Steel kini memperluas bisnis di luar industri baja, mencakup kawasan industri, logistik, pelabuhan, energi, hingga pengelolaan air industri. Diversifikasi ini menjadi tumpuan baru untuk mendukung pertumbuhan grup secara menyeluruh.
Meski mencatat capaian positif, Krakatau Steel masih menanggung rugi periode berjalan sebesar US$148,42 juta atau sekitar Rp2,4 triliun akibat tingginya beban keuangan dan kerugian dari entitas asosiasi.
Namun manajemen menyatakan komitmennya untuk terus melakukan transformasi menyeluruh demi memperbaiki struktur keuangan dan operasional perusahaan ke depan. (Z-10)
Secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan US$262,4 juta pada kuartal I-2026.
Kombinasi teknologi mutakhir dan kualitas SDM yang mumpuni menjadi kunci sukses perusahaan dalam mencatatkan laba dan memperbaiki tata kelola keuangan.
DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi dumping.
Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen.
Keberhasilan penandatanganan LTSA ini didorong dukungan modal kerja Danantara.
Sebanyak 250 peserta mudik gratis diberangkatkan menggunakan enam unit bus menuju berbagai kota di empat provinsi di Pulau Jawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved