Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (KRAS) mencatatkan indikasi pemulihan performa pada awal tahun fiskal 2026. Melalui laporan capaian kuartal I-2026, perusahaan menunjukkan kinerja yang mulai meningkat, dan program efisiensi masih jadi kunci penting dalam mengejar keberlanjutan tersebut.
Hasil ini dipandang sebagai sinyal positif bahwa program efisiensi yang dijalankan mulai berdampak pada stabilitas keuangan dan operasional perusahaan.
Direktur Utama Krakatau Steel Akbar Djohan menyatakan hasil ini merupakan indikator bahwa program transformasi perusahaan mulai membuahkan hasil stabil. Meski demikian, ia menegaskan disiplin dalam pengelolaan biaya tetap menjadi prioritas utama.
“Kinerja kami mulai meningkat secara bertahap awal tahun ini. Namun, kami tetap memandang program efisiensi masih jadi kunci penting menjaga momentum ini."
"Dengan hasil kuartal I mulai stabil, kami akan tetap menjaga agar selalu konsisten dan bisa berkelanjutan. Dengan demikian Krakatau Steel memiliki fondasi tangguh untuk mendukung kemandirian industri baja nasional," ujar Akbar Djohan, di Jakarta, Senin (26/4/2026).
Dia menjelaskan secara finansial, Krakatau Steel membukukan pendapatan US$262,4 juta pada kuartal I-2026. Perusahaan juga mencatatkan laba bersih US$4,6 juta, yang turut memperkuat posisi ekuitas perusahaan di angka US$745,7 juta.
"Penguatan neraca ini memberikan stabilitas bagi perseroan dalam menjalankan aktivitas operasional dan menghadapi dinamika pasar yang sedang bergejolak saat ini," imbuhnya.
Akbar Djohan menegaskan berdasarkan catatan positif tersebut, Krakatau Steel optimistis menargetkan laba bersih sebesar US$129 juta pada 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan kinerja keuangan perusahaan.
Hingga Maret 2026, jelas dia, total produksi Krakatau Steel mencapai 360 ribu ton. Capaian ini didorong beroperasinya fasilitas produksi utama secara optimal, yakni pabrik hot strip mill (HSM) berkontribusi sebesar 230 ribu ton dan pabrik cold rolling mill (CRM) sebesar 130 ribu ton.
Optimalisasi ini, kata Akbar Djohan, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan program penguatan permodalan bersama Danantara. Dengan mengedepankan nilai tambah produk domestik, Krakatau Steel terus berupaya jadi pilar utama dalam menjaga ketahanan industri manufaktur serta mendukung visi kemandirian ekonomi nasional.
“Kami fokus memastikan tiap lini produksi berjalan efisien agar dapat menghasilkan produk baja lebih kompetitif dan dapat bersaing di pasar. Dengan fondasi lebih sehat ini, kami optimistis Krakatau Steel dapat terus melangkah sebagai perusahaan yang memberikan nilai tambah secara berkelanjutan,” tutup Akbar Djohan. (H-2)
Kombinasi teknologi mutakhir dan kualitas SDM yang mumpuni menjadi kunci sukses perusahaan dalam mencatatkan laba dan memperbaiki tata kelola keuangan.
DPN menyoroti tantangan berat yang dihadapi industri baja nasional akibat tekanan produk impor murah yang terindikasi dumping.
Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 Krakatau Steel sukses meraih opini Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) dari auditor independen.
Keberhasilan penandatanganan LTSA ini didorong dukungan modal kerja Danantara.
Sebanyak 250 peserta mudik gratis diberangkatkan menggunakan enam unit bus menuju berbagai kota di empat provinsi di Pulau Jawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved