Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina International Shipping (PIS) berhasil mengapalkan muatan slab steel atau lembaran baja sebanyak 30.400 metrik ton dari Morowali menuju Cilegon. Keberhasilan pengapalan lembaran baja ini membuktikan komitmen PIS dalam mendukung hilirisasi industri baja nasional serta memperluas portofolio perusahaan di segmen dry bulk.
Angkutan bertolak dari Pelabuhan Bahodopi, Kawasan Industri Morowali, menuju Pelabuhan Cigading, Cilegon. Lembaran baja tersebut merupakan milik PT Krakatau Posco, anak usaha dari PT Krakatau Steel Tbk.
"Pengapalan ini akan menjadi pintu bagi PIS dalam mendukung masa depan hilirisasi industri baja sebagaimana pertumbuhan kebutuhan industri manufaktur dan konstruksi di Indonesia dan juga mendorong portofolio bisnis baru dalam segmen angkutan dry bulk bagi PIS," kata Plt. Direktur Gas, Petrokimia, dan Bisnis Baru PIS M. Irfan Zainul Fikri dikutip pada Kamis (17/4).
Langkah tersebut turut memperkuat peran PIS sebagai bagian dari ekosistem strategis untuk memperlancar arus distribusi hasil produksi dalam negeri dan mendukung program hilirisasi nasional yang digalakkan pemerintah.
Dengan mendekatkan bahan baku dan produk antara pusat produksi dan kawasan industri, PIS turut mendorong efisiensi, nilai tambah ekonomi, serta penguatan rantai pasok domestik.
Langkah itu juga menjadi salah satu strategi PIS untuk meningkatkan kontribusi pendapatan dari pasar non-captive, yang saat ini berada di angka 19,2% dari total pendapatan PIS pada paruh pertama tahun 2024.
Dengan terus memperluas pasar dan layanan di luar ekosistem Pertamina Group, PIS menegaskan posisinya sebagai pemain global di sektor logistik energi dan maritim.
Dry bulk atau bahan curah kering adalah komoditas yang berupa benda padat seperti bijih besi, batu bara, kedelai, pupuk, dan banyak lagi. Pengangkutan lembaran baja merupakan salah satu sektor bisnis potensial, mengingat tingginya permintaan pasar serta pentingnya komoditas ini untuk mendukung kapabilitas industri manufaktur dan konstruksi dalam negeri.
Pengapalan lembaran baja ini menambah portofolio PIS dalam pengangkutan muatan dry bulk. Sebelumnya, PIS telah berhasil mengangkut produk dry bulk greencoke 7.000 metrik ton dan pupuk 5.000 metrik ton dalam setiap pengangkutan.
Pengangkutan dry bulk sesuai dengan rencana PIS untuk memperluas diversifikasi pengangkutannya. Irfan menyebut bahwa pihaknya tetap fokus pada bisnis intinya yakni pengangkutan BBM dan LPG. Akan tetapi, ia menekankan bahwa PIS juga melihat pertumbuhan di sektor lain yang potensial untuk digarap.
"Lembaran baja adalah salah satu dari sekian angkutan dry bulk yang potensial sebagai komoditas pengangkutan PIS berikutnya. Keberhasilan PIS mengapalkan lembaran baja ini menegaskan komitmen PIS dalam diversifikasi bisnis pengangkutan," pungkas Irfan.
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi nasional fase II.
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan 13 proyek besar hilirisasi nasional tahap kedua.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
Prabowo resmi mulai hilirisasi Rp116 triliun dengan 13 proyek strategis. Targetnya jelas, hentikan ekspor mentah dan dorong ekonomi mandiri Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Ekspansi jaringan ritel material bangunan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok sektor konstruksi di wilayah penyangga Jakarta.
Kolaborasi merupakan salah satu kunci utama penguatan industri baja nasional, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan baja dalam negeri.
MENTERI Perindustrian (Wamenperin) Republik Indonesia, Faisol Riza, melakukan kunjungan resmi ke fasilitas produksi Tenova S.p.A. di Castellanza, Italia.
PEMERINTAH menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional 6%-8%, dan industri baja dinilai punya peran strategis sebagai fondasi pembangunan.
PEMERINTAH perlu mengambil langkah konkret guna melindungi sektor strategis nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved