Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto mengenai penghapusan sistem kuota impor menimbulkan perdebatan. Menurut Said Didu, mantan pejabat di Kementerian BUMN, kontroversi ini muncul karena penyampaian yang kurang lengkap serta kurangnya pemahaman dari pihak yang mengkritik.
"Banyak yang keliru menafsirkan bahwa penghapusan kuota impor berarti impor dibebaskan sepenuhnya, padahal itu dua hal yang berbeda," tegas Said Didu di Jakarta, Jumat (11/4).
Ia menjelaskan bahwa kuota impor adalah sistem untuk mengendalikan jumlah impor, bukan izin impor itu sendiri. Artinya, meski kuota dihapus, bukan berarti impor dibebaskan tanpa pengawasan.
Selama ini, kata Didu, sistem kuota justru menjadi ladang korupsi yang melibatkan pejabat, tokoh tertentu, dan para oligarki. Besarnya nilai permainan ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah per tahun.
Sistem kuota hanya menguntungkan segelintir orang yang memiliki modal tunai besar karena proses impor biasanya membutuhkan dana besar dalam waktu singkat, yang tidak bisa dibiayai oleh bank.
“Yang bisa bermain dalam kuota impor hanyalah mereka yang punya uang cash sangat besar. Oligarki. Bahkan BUMN yang mendapatkan kuota pun, dananya bersumber dari mereka,” ungkapnya. Ia menambahkan, hanya sekitar tiga orang oligarki yang selama ini menguasai permainan impor ini.
Sebagai contoh, Didu menyebut bahwa puncak impor komoditas strategis seperti beras, gula, kedelai, garam, dan daging terjadi antara 2022 hingga 2024. Nilainya mencapai sekitar Rp150 triliun per tahun. Dengan sistem kuota, impor hanya bisa dikendalikan oleh pihak yang punya akses modal besar, bukan yang paling efisien atau kompetitif.
Penghapusan sistem kuota, kata Didu, justru membuka ruang persaingan yang sehat. Impor tetap bisa dikendalikan melalui penetapan batas jumlah impor dan pemberlakuan tarif, namun tanpa membatasi siapa saja yang boleh melakukan impor. “Dengan cara ini, siapa pun bisa ikut bersaing asalkan menawarkan harga terbaik,” jelasnya.
Menurutnya, perlindungan terhadap petani dan industri lokal tetap bisa dilakukan lewat pembatasan volume impor dan pengenaan tarif masuk. Sistem ini memungkinkan harga impor lebih murah dan kompetitif, sehingga rakyat tidak dirugikan.
“Kalau tetap pakai kuota, yang bersaing bukan lagi harga produk, tapi besarnya sogokan ke penguasa. Akibatnya, harga impor jadi mahal dan yang dirugikan ya rakyat. Sistem ini harus dihentikan,” tegas Didu.
Ia menyadari, penghapusan sistem kuota akan mendapat perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati keuntungan besar. Namun, ia menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo yang menurutnya berpihak kepada rakyat dan negara. (Cah/P-3)
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Akibat lain adalah pilkada oleh DPRD membatasi peluang masuknya kandidat kompeten yang didukung masyarakat.
Tidak ada makan siang gratis di dalam politik. Bantuan elite dan oligarki tentu menuntut balasan.
Akankah bencana kali ini selesai begitu saja ketika kita sudah lupa untuk kemudian kembali sadar karena ada bencana-bencana berikutnya?
Partai politik di Indonesia saat ini juga mengalami permasalah yang sama yakni konstituen lebih terikat pada tokoh daripada pada program atau ideologi partai.
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang distorsi ekonomi dinilai merupakan realita yang ada.
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
KETUA Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya mengapresiasi pembangunan 13 proyek hilirisasi II oleh BPI Danantara dan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto, Rabu (29/4), berikut daftarnya
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Syahganda menyebut penunjukan Jumhur sebagai awal ‘pertarungan baru’, terutama dalam menghadapi kekuatan oligarki yang dinilai merusak lingkungan.
Partai Ummat juga menyerukan Kementerian Hukum menjaga independensi sebagai lembaga eksekutif yang seharusnya memberikan pelayanan.
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembangunan flyover di Bekasi guna mencegah kecelakaan kereta api. Anggaran Rp4 triliun disiapkan untuk 1.800 titik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved