Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Menjelang Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12 Desember, IPSOS Indonesia mengungkap hasil survei yang menunjukkan bahwa kualitas layanan adalah kunci utama keberhasilan e-commerce dalam menarik konsumen.
Dikutip dari Antara, IPSOS menemukan Shopee menjadi platform yang paling memuaskan konsumen, mengalahkan Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada.
Riset ini menyoroti faktor-faktor utama seperti keamanan, kenyamanan, kecepatan pengiriman, fitur interaktif, dan keberadaan toko resmi sebagai penentu kepuasan pengguna.
Keamanan dan kenyamanan menjadi hal penting bagi konsumen saat belanja online. Shopee unggul dengan 66% responden yang memilihnya sebagai platform dengan pilihan pengiriman paling beragam, diikuti Tokopedia (16%), Lazada (10%), dan TikTok Shop (7%).
Ragam metode pembayaran juga berpengaruh, di mana Shopee memimpin dengan 64% responden menilai pilihannya paling lengkap, terutama metode pembayaran Cash on Delivery (COD) yang semakin populer.
Kecepatan pengiriman juga penting bagi konsumen. Shopee lagi-lagi berada di posisi teratas dengan 60% responden yang puas akan kecepatan pengirimannya, diikuti Tokopedia (16%), Lazada (13%), dan TikTok Shop (9%). Program “Garansi Tepat Waktu” Shopee juga dikenal luas oleh 71% responden.
Fitur interaktif seperti live shopping dan video pendek semakin diminati. Shopee kembali unggul dengan 63% responden yang menilai layanan live streaming-nya terbaik, disusul TikTok Shop (17%), Tokopedia (10%), dan Lazada (9%).
Konsumen juga menghargai keberadaan toko resmi. Shopee unggul di aspek ini dengan 68% responden yang puas dengan ragam toko resminya, dibandingkan Tokopedia (15%), Lazada (9%), dan TikTok Shop (7%).
“Kepuasan dalam berbagai aspek ini membuat Shopee unggul sebagai pilihan utama konsumen Indonesia untuk pengalaman belanja online yang holistik dan terpercaya," ungkap Executive Director IPSOS Indonesia Andi Sukma, dikutip dari Antara, Kamis (31/10).
Riset IPSOS ini menegaskan bahwa kualitas layanan komprehensif menjadi kunci bagi e-commerce untuk menghadapi persaingan ketat, terutama jelang periode Harbolnas. (Ant/Z-10)
NEXT Indonesia Center menyampaikan hasil riset dugaan praktik misinvoicing atau selisih pencatatan kepabeanan dalam kegiatan ekspor batu bara.
ASOSIASI Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPIKI) mendorong penguatan peran dosen sebagai otoritas akademik melalui pengembangan riset orisinal yang berdampak.
Riset terbaru mengungkap 74,6% konsumen Indonesia menggunakan AI untuk cari produk. Simak fenomena Silver Surfer Paradox dan dampaknya bagi bisnis.
BPDP tercatat telah mendukung pendanaan terhadap sekitar 400 judul penelitian yang mencakup berbagai aspek mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.
Riset Kaspersky mengungkap 90% Gen Z dan Milenial pilih simpan data digital. Simak tren penyimpanan data di Indonesia dan tips keamanan siber terbaru.
Saat ini setiap tahunnya hanya sekitar 1 juta dari 9 juta lebih siswa SMA yang lulus berhasil masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN).
Di tengah meningkatnya kesadaran finansial, konsumen kini cenderung lebih selektif dan terencana dalam membelanjakan pendapatannya.
Seskipun sektor informal berperan sebagai penyangga ekonomi, sektor ini tidak memberikan jaminan kesejahteraan yang memadai bagi pekerja.
INDUSTRI e-commerce nasional sepanjang 2025 masih mencatatkan aktivitas belanja digital yang tinggi.
Jangan terjebak! Simak modus penipuan berkedok program affiliate e-commerce yang meminta deposit uang. Kenali ciri-ciri dan cara verifikasi agar data dan uang Anda tetap aman
Platform e-commerce menjadi salah satu pilihan praktis bagi konsumen untuk menemukan berbagai perlengkapan yang menunjang aktivitas selama libur Lebaran melalui belanja online.
Memasuki 2026, isu efisiensi operasional semakin menjadi perhatian utama sektor logistik darat di Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved