Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NILAI impor barang pada Januari 2024 tercatat senilai US$18,51 miliar. Realisasi tersebut mengalami penurunan sebesar 3,31% dari nilai impor Desember 2023 (month to month/mtm) yang mencapai US$19,11 miliar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, penurunan nilai impor tersebut disebabkan oleh turunnya realisasi impor migas pada bulan pertama di tahun ini. "Penurunan nilai impor total secara bulanan karena penurunan nilai impor migas dengan andil penurunan sebesar 3,53%. Ini terutama berasal dari penurunan impor hasil minyak dengan andil penurunan 2,25%," ujarnya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (15/2).
Dari data BPS, nilai impor migas pada Januari 2024 tercatat US$2,70 miliar. Nilai tersebut mengalami penurunan sebesar 19,99% dari realisasi impor migas di Desember 2023 yang mencapai US$3,37 miliar.
Baca juga : Impor Nonmigas dan Barang Konsumsi Sumbang Terbesar Penurunan Nilai
Sementara nilai impor nonmigas mengalami kenaikan. Data BPS menunjukkan realisasi impor nonmigas pada Januari 2024 mencapai US$15,81 miliar atau naik 0,48% dari Desember 2023 yang tercatat US$15,74 miliar.
Amalia mengatakan, tiga jenis penggunaan impor, yaitu impor konsumsi, impor bahan baku/penolong, dan impor barang modal pada Januari 2024 mengalami pertumbuhan minus, alias turun dari realisasi bulan sebelumnya. Impor barang konsumsi tercatat turun 13,54% (mtm) dari Desember 2023 yang mencapai US$2,05 miliar menjadi US$1,77 miliar di Januari 2024. "Ini didorong penurunan impor komoditas sayuran HS07 dengan andil penurunan 5,31% (mtm)," tutur Amalia.
Kemudian impor bahan baku/penolong tercatat mengalami penurunan 2,25% (mtm) dari Desember 2023 yang mencapai US$13,79 miliar menjadi US$13,48 miliar di Januari 2024. Salah satu yang berkontribusi besar terhadap penurunan tersebut ialah penurunan impor bahan bakar mineral HS27 dengan andil penurunan 6,28%.
Baca juga : Ini Sektor Pendorong Nilai Impor Maret Naik 29,33%
Sedangkan impor barang modal mengalami penurunan 0,31% (mtm) dari Desember 2023 yang mencapai US$3,27 miliar menjadi US$3,26 miliar di Januari 2024. "Penurunan nilai impor barang modal dengan andil penurunan 0,05%, terutama dari instrumen optik fotografi, sinematografi, dan medis HS90 dengan andil penurunan sebesar 2,83%," terang Amalia.
Adapun realisasi impor pada Januari 2024 tercatat lebih tinggi bila dibandingkan dengan periode yang sama di 2023 (year on year/yoy). Peningkatan impor secara tahunan tercatat 0,36% yang nilai impornya mencapai US$18,44 miliar.
Peningkatan impor secara tahunan itu terjadi lantaran kenaikan impor non migas sebesar 1,76% (yoy). Namun realisasi impor migas pada Januari 2024 tercatat lebih rendah 7,15% (yoy) dari pencapaian di Januari 2023. (Z-2)
BADAN Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya memastikan pasokan beras ibu kota dalam kondisi aman.
Swasembada yang berhasil diraih Indonesia saat ini merupakan strategi yang sejak awal dirancanG oleh para pendahulu mulai dari Presiden Soekarno hingga saat ini Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai dampak fenomena El Nino terhadap sektor di luar pertanian relatif terbatas.
Ketegangan geopolitik global yang dipicu konflik di Timur Tengah terus mempertebal kekhawatiran dunia terhadap stabilitas pangan.
Kementerian Pertanian menyebutkan stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog stabil, saat ini mencapai 4,5 juta ton.
Perum Bulog mencatat realisasi serapan beras yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga 5 April 2026, total beras yang berhasil diserap telah mencapai 1,7 juta ton.
Tiongkok menjadi negara utama ekspor beberapa komoditas unggulan industri pengolahan seperti hasil olahan minyak kelapa sawit, hasil olahan nikel dan lainnya.
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved