Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (DPP IKAL), mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV Tahun 2024 yang berlangsung di Gedung Panca Gatra, Lemhannas RI, Jakarta, pada Sabtu (20/1). IKAL merupakan sebuah organisasi tempat berhimpunnya para pemikir intelektual yang berwatak pejuang dan berwawasan negarawan.
Rakernas IKAL mengusung tema “IKAL Lemhannas Sebagai Katalisator Keutuhan Bangasa” dengan sub tema “Demokrasi Sehat Negara Kuat”. Kegiatan dibuka oleh Plt Ketua Umum DPP IKAL Mustafa Abubakar didampingi oleh Wakil Ketua Umum II DPP IKAL Komjen Pol (Purn) Togar Manatar Sianipar, Sekretaris Jenderal DPP IKAL Marsdya, TNI (Purn) Daryatmo, Koordinator Bidang (Organisasi dan Pembinaan Daerah). Ulla Nuchrawaty, dan pejabat teras DPP IKAL hingga sejumlah pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IKAL dari seluruh Indonesia.
Dalam kesempatan ini delegasi DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat yang diwakili oleh Marcellus Hakeng Jayawibawa menyampaikan laporan evaluasi dan rencana program. Dijelaskan olehnya bahwa DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat mempunyai fokus utama mematangkan dan mengaktualisasikan strategi serta agenda kerja organisasi, hal ini untuk menghadapi tantangan dan peluang yang dimiliki.
Baca juga : Bangun Kemandirian dan Keberlanjutan Energi demi Kemakmuran yang Merata
Menurut Hakeng, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua III DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat, bahwa melalui pelaksanaan MUSDA I IKAL Lemhannas Jawa Barat, pada tahun 2023, DPD IKAL Jawa Barat melangkah menuju status definitif dengan merumuskan rencana strategis untuk masa depannya.
“Maka hal itu menjadi program kerja kami di Jawa Barat, yang akan menjadi panduan bagi DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat dalam merespons dinamika sosial yang berada serta kami tangkap di Jawa Barat. Serta, mengimplementasikan inovasi untuk mencapai tujuan organisasi tentunya,” jelas Hakeng seraya menekankan bahwa DPD IKAL Jawa Barat akan tetap fokus pada isu-isu strategis.
Dirinya menuturkan DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat siap memainkan peran penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Hakeng menyebutkan bahwa perampungan administrasi dan pengembangan organisasi termasuk menjadi hal menjadi prioritas pula.
Baca juga : Prabowo Hanya Datangkan 13% Alutsista di Era Jokowi, Lebih Kecil dari Ryamizard Ryacudu
“Karena perampungan administrasi menjadi prioritas untuk memastikan kelancaran berbagai kegiatan organisasi. Selain itu, upaya pengembangan organisasi dilakukan melalui pembentukan Koordinator-Koordinator Wilayah IKAL Lemhannas Jawa Barat Kota/Kabupaten se-Jabar, hal tersebut kami dorong untuk bisa menjadi pilot proyek sehingga bisa ditiru serta diserap konsepnya oleh DPD-DPD IKAL yang lain” jelas Hakeng.
Hageng melanjutkan, DPD IKAL Lemhannas Jawa Barat memperlihatkan kepedulian sosial dengan melaksanakan kegiatan tanggap darurat sampah di Wilayah Bandung dan sekitarnya. Hal ini mencerminkan tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
“Sedangkan pembinaan prestasi olahraga, dimaksudkan guna mendorong pembinaan prestasi olahraga di Jawa Barat menjadi bagian dari agenda kegiatan. Dalam konteks ini, turnamen golf dijadikan ajang pencarian bibit atlet prestasi,” jelasnya. (Z-8)
Pengembangan energi nuklir tidak hanya merupakan persoalan teknologi, tetapi juga kesiapan tata kelola, komunikasi publik, dan mitigasi risiko.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
penilaian lembaga internasional JP Morgan yang menempatkan Indonesia pada posisi atas dalam ketahanan energi mencerminkan bahwa fondasi kebijakan yang dibangun pemerintah sudah tepat.
PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) menjajaki kerja sama pengembangan bioetanol melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina Group dan Medco Group.
Di tengah kebutuhan memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi kunci untuk mendorong hilirisasi sawit.
Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu menuntut semua pihak untuk bersiap dan berperan aktif membantu masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved