Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INVESTASI dan trading di pasar saham menjadi salah satu instrumen yang kini banyak dipertimbangkan calon investor. Hal itu karena siapa saja bisa mengakes investasi tersebut tanpa harus menjadi seorang ahli keuangan.
Investor dan trader saham, Nicho Candra mengatakan, menghadapi pasar bukan hanya diperlukan secara behavior dan psikologi, tapi juga harus diimbangi oleh strategi dan metode secara fundamental, teknikal, dan manajemen keuangan.
“Dari pengalaman yang saya hadapi, jika saham naik justru harus di-hold. Jika pasar saham sedang turun, harus menyiapkan cash untuk membeli saham tersebut,” ungkap Nicho yang juga rajin membagikan tips di media sosial.
Baca juga : Lima Tips Praktis Belajar Forex secara Cepat dan Hasilkan Profit
Ketika belajar investasi saham harus diperjelas berapa uang yang akan dimasukkan ke dalam saham dengan syarat uang ‘dingin’, tetapi harus siap dengan risiko dengan penurunan dan volatilitas pasar saham. Selain itu, masalah yang dihadapi oleh investor saham baru adalah ketidaktahuan mengalokasikan uang untuk pembagian setiap saham yang akan dibeli.
“Sehingga jika ada saham yang memiliki fundamental kuat dan memiliki kapitalisasi besar harus dialokasikan lebih besar untuk jangka panjang. Contohnya, seperti empat saham bank besar yang bisa dialokasikan dana lebih besar,” paparnya.
Selain itu, investasi jangka panjang dan trading semestinya dibagi, tidak selalu investasi memiliki kapasitas yang lebih banyak. Sebaiknya jika pasar turun, dialokasikan lebih besar di investasi. Namun jika pasar naik, maka lebih banyak dialokasikan di-trading karena paling menguntungkan untuk jangka pendek karena valuasi saham lebih mahal.
Baca juga : OctaFX Berubah Nama Jadi Octa dan Luncurkan Kampanye Global
Di sisi lain, Nicho menambahkan cara memilih saham dan menyusun portofolio harus disesuaikan dengan tujuan. Jika untuk pemula investasi saham sebaiknya melihat fundamental yang disukai oleh investor besar, salah satunya saham perbankan dengan kisaran 30% dari portofolio. Kemudian untuk saham seperti ASII, INDF, TLKM, bisa dialokasikan juga 30%, selebihnya 40% dialokasikan ke saham yang lain.
Untuk kondisi sekarang, lanjut dia, lebih baik 60% dialokasikan ke saham blue chip untuk jangka panjang, selebihnya 40% dialokasikan untuk saham yang lebih kecil, namun memiliki fundamental yang bagus untuk jangka panjang.
Untuk memulai berinvestasi saham untuk para pemula, lanjut Nicho, idealnya satu portofolio terdiri atas lima saham dengan jumlah uang satu saham Rp4 juta, sehingga untuk modal yang ideal untuk diversifikasi sekitar Rp20 juta. Namun, jika modalnya kurang dari Rp5 juta, sebaiknya pilih saham perbankan.
Baca juga : Inilah Alasan Investor di Tanah Air Lebih Memilih Forex
Selain itu, jika modal di bawah Rp1 juta disarankan untuk memilih reksa dana saham dengan berbagai macam saham.
“Jadi, jika ingin berinvestasi jangka panjang bukan hanya di saham, karena lebih penting adanya diversifikasi,” tuturnya.
Nicho menegaskan perlu diperhatikan adanya rencana. Misalnya, memiliki batas pembelian saham. “Saat memilih investasi saham, goal-nya bukan racing seberapa cepat pertumbuhan, tetapi konsistensi dan sustainability,” jelasnya.
Baca juga : Investasi Trading Forex Bukan untuk Semua Orang, Inilah Alasannya
Kunci lainnya yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi adalah sabar dan belajar. Dengan berbagai informasi yang mudah didapatkan justru harus selektif. Untuk memilih sekuritas, pastikan online trading-nya bagus untuk investor ritel. Selain itu, dari komisi transaksi harus diperhatikan.
Untuk pemula, tidak perlu menggunakan fasilitas margin trading. Selanjutnya bukan hanya teknologi, tetapi pastikan bisa transaksi melalui dilernya.
Lebih lanjut Nicho mengatakan, untuk mengurangi risiko dalam berinvestasi saham adalah kembali dengan aset alokasi uang dingin dan siap dengan risiko, mengetahui cara diversifikasi atau rumus 10%, atau 1 saham maksimal 10%, serta mengetahui cara membatasi risiko.
“Sabar dan konsisten untuk jangka panjang. Capital market dan edukasi sangat penting untuk mengubah pola pikir dalam berinvestasi,” tutupnya. (Z-5)
MEMASUKI kuartal II-2026, pasar keuangan global berada dalam tekanan ketidakpastian.
Sebelum memantapkan hati di HSB Investasi, Roni mengakui sempat memiliki pengalaman pahit dengan platform investasi luar negeri.
Banyak trader mengira penarikan dana instan, namun transfer internasional melibatkan proses rumit. Simak alasan teknis dan peran bank perantara di sini.
Di pasar saham Indonesia yang terus meningkat sepanjang awal 2026, satu kenyataan kembali mencuat ke permukaan, sebagian besar investor retail Indonesia masih trading dalam kondisi buta data.
Menjelajahi fenomena takhayul di pasar keuangan, dari ritual George Soros hingga fase bulan, serta pentingnya analisis data menurut broker Elev8.
Temukan cara menggunakan AI untuk trading yang efisien. Pelajari peran AI chatbot dalam analisis pasar dan pengambilan keputusan trading yang lebih akurat.
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved