Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI kuartal II-2026, pasar keuangan global berada dalam tekanan ketidakpastian. Hal itu dipicu dinamika geopolitik seperti konflik Iran dan ketegangan di Selat Hormuz, serta meningkatnya risiko stagflasi.
Dalam kondisi tersebut, literasi keuangan dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci. Valbury Asia Futures bersama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menggelar roadshow edukasi perdagangan berjangka komoditi di sembilan kota sepanjang 2026.
Mengusung tema “Membaca Arah Pasar Global 2026: Peluang Trading di Tengah Ketidakpastian Ekonomi”, kegiatan ini dimulai di Pontianak pada Februari dan berlanjut ke sejumlah kota seperti Semarang, Solo, dan Surabaya. Rangkaian acara akan diteruskan ke Bali, Makassar, Medan, Bandung, hingga ditutup di Jakarta pada November mendatang.
Direktur Valbury Nino Limantara mengatakan edukasi menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem perdagangan berjangka yang sehat.
“Peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat memahami peluang sekaligus risiko dalam trading. Kami ingin mendorong investor yang lebih siap menghadapi ketidakpastian ekonomi,” tuturnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (27/4).
Ia menambahkan, pemahaman yang baik akan membantu pelaku pasar mengambil keputusan investasi yang lebih bijak dan berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur BBJ Suresh Mookiah menilai kolaborasi antara bursa dan pialang menjadi langkah strategis dalam meningkatkan literasi masyarakat.
“Kami percaya dengan edukasi yang tepat, masyarakat dapat berpartisipasi secara lebih bijak, terinformasi, dan bertanggung jawab,” katanya.
Penyelenggaraan roadshow ini bertepatan dengan meningkatnya volatilitas pasar global yang dipengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral, inflasi global, serta pergerakan harga komoditas.
Melalui program ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai kondisi pasar terkini, pengenalan produk, hingga strategi trading yang lebih terukur di berbagai instrumen seperti komoditas, indeks saham, dan saham global.
Dalam kesempatan tersebut, Valbury juga memperkenalkan pembaruan fitur pada aplikasi trading miliknya. Beberapa fitur yang dihadirkan antara lain pilihan saham global untuk diversifikasi, trading signal berbasis analisis pasar, news sentiment, serta tampilan aplikasi yang lebih responsif.
Pengembangan ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan dan membantu nasabah mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah dinamika pasar.
Selain itu, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap keamanan data dan dana nasabah sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan jangka panjang.
Di sisi lain, Valbury dan BBJ juga memperluas kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui kerja sama dengan Universitas Surabaya. Program tersebut diwujudkan dalam Futures Trading Learning Program (FTLP) guna meningkatkan literasi perdagangan berjangka di kalangan mahasiswa. (E-4)
PERUSAHAAN jasa keuangan, Valbury Asia Futures memperkirakan logam mulia seperti perak (XAGUSD) dan emas (XAUUSD) akan mencatat kenaikan tambahan signifikan pada 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved