Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo meninjau harga bahan pangan di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (5/4). Dalam peninjauan itu, salah satu komoditas yang menjadi perhatian Kepala Negara adalah telur.
“Kita lihat urusan pasokan tidak ada masalah. Harga justru banyak yang turun. Telur turun, ayam turun, daging ayam turun,” ujar Jokowi selepas peninjauan.
Ucapan Presiden pun dibenarkan Yudi, salah seorang Pedagang telur di Pasar Rawamangun. Ia mengatakan saat ini harga komoditas itu berada di kisaran Rp28 ribu sampai Rp29 ribu per kilogram.
Baca juga: Kemenkeu: Inflasi Maret Terkendali dengan Baik
"Tadi Presiden Jokowi tanya harga telur berapa. Saya bilang antara Rp28 ribu sampai Rp29 ribu per kilogram," tutur Yudi.
Meski sudah turun, ia menyebut harga saat ini masih belum kembali ke level normal. Sebelum Ramadan, harga telur berada di angka Rp26 ribu per kilogram.
Baca juga: Harga Pangan Naik di Bulan Ramadan Itu Biasa dan Sudah Siklus Tahunan
"Awal puasa naik Rp 28ribu, terus ke Rp30 ribu. Sekarang turun lagi jadi Rp28 ribu," jelas Yudi. (Z-11)
Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar berada di kisaran Rp48.750 per kilogram dan cabai merah keriting Rp46.750 per kilogram.
Di pasar tradisional seperti Pasar Penuin Wet Market dan Pasar Mitra Raya, harga cabai rawit mencapai kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Berdasarkan hasil monitoring di Pasar Pelita dan Tipar Gede, harga komoditas yang cenderung masih stabil antara lain beras.
Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa kenaikan harga ini sudah terjadi sejak awal tahun 2026 dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Harga ayam yang sempat mencapai lebih dari Rp50 ribu per kilogram pada saat lebaran, dalam tiga hari terakhir sudah turun ke harga Rp35 ribu per kilogram.
Selain cabai merah, komoditas lain juga turun harga. Di antaranya, telur ayam ras turun Rp133 dari Rp29.735 menjadi Rp29.602/kg, cabai rawit turun Rp2.484 dari Rp43.834 menjadi Rp41.350/kg.
Lonjakan harga energi sebagai dampak utama konflik telah mendorong kenaikan biaya logistik dan produksi pangan dunia.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pangan nasional melalui kerja sama ekonomi strategis dengan Tiongkok.
Nova menjelaskan bahwa stok komoditas utama seperti beras dan protein hewani telah dikunci untuk jangka menengah.
Pemerintah memperkuat kolaborasi riset untuk menopang target swasembada pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (9/3) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved