Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (16/2) sore ditutup melemah di tengah kebijakan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya. IHSG ditutup melemah 18,88 poin atau 0,27% ke posisi 6.895,6. Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,14 poin atau 0,43% ke posisi 953,4.
"Untuk IHSG tampaknya hari ini dipengaruhi koreksi pada bank-bank besar, terutama setelah keputusan BI untuk menahan suku bunga acuan," ujar Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei di Jakarta, Kamis. BI menahan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap di posisi 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada hari ini.
"Keputusan ini konsisten dengan stance kebijakan moneter pre emptive dan forward looking untuk mewujudkan penurunan ekspektasi inflasi dan inflasi ke depan," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers. Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Neraca Perdagangan Indonesia Januari 2023 sebesar mencapai US%3,87 miliar ditopang oleh nilai ekspor sebesar US$22,31 miliar dibandingkan impor US$18,44 miliar.
Dibuka menguat, IHSG cenderung bergerak di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat yaitu teknologi paling tinggi mencapai 1,04% diikuti infrastruktur dan
sektor transportasi & logistik naik masing-masing 0,92% dan 0,84%. Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yakni kesehatan turun paling dalam minus 0,73% diikuti energi dan barang konsumen primer yang masing-masing minus 0,54% dan 0,53%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ASSA, ASLC, NICL, BSML, dan ERAA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni LAJU, SLIS, ASPI, TRIS, dan SSPC.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.182.296 kali transaksi. Saham yang diperdagangkan sebanyak 20,34 miliar lembar senilai Rp9,30 triliun. Nilai 238 saham naik, 270 saham menurun, dan 199 tidak bergerak. Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 194,50 poin atau 0,71% ke 27.696,4, indeks Hang Seng menguat 175,50 poin atau 0,84% ke 20.987,3, indeks Shanghai melemah 31,46 poin atau 0,96% ke 3.249,0, dan indeks Strait Times menguat 34,57 poin atau 1,05% ke 3.315,3. (Ant/OL-14)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
IHSG hari ini anjlok ke level 7.129,49 dipicu ketegangan di Selat Hormuz dan penurunan outlook empat bank besar oleh Fitch Ratings
IHSG dibuka melemah tipis ke 7.378 pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak harga minyak global dan pelemahan Rupiah terhadap laju bursa hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved