Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Xurya Daya Indonesia (Xurya) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Ambri, perusahaan penyedia penyimpanan energi jangka panjang yang berbasis di Amerika Serikat (USA), untuk menyuplai sistem penyimpanan energi Liquid Metal™ Ambri di Indonesia dan Singapura.
Teknologi Ambri dapat meningkatkan penyerapan energi terbarukan dengan menyimpan kelebihan energi yang dihasilkan oleh sumber daya intermiten seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB).
Nantinya, energi yang tersimpan tersebut dapat digunakan saat dibutuhkan, sehingga dapat memaksimalkan penggunaan energi baru terbarukan (EBT).
Baca juga : Dukung Energi Baru Terbarukan, Sejumlah Perusahaan Manfaatkan PLTS
Melalui kerja sama ini, Xurya akan bertanggung jawab untuk memperkenalkan dan memasarkan teknologi Ambri, memberikan dukungan teknis dan menyediakan layanan purna jual (after-sales services).
“Ini merupakan kerja sama yang menarik dengan Xurya, mengingat Indonesia memiliki potensi dan pertumbuhan energi terbarukan yang sangat besar," kata Adam Briggs, Chief Commercial Officer Ambri dalam keterangan pers, Rabu (31/8).
"Kami bangga dapat mendukung Indonesia dan Singapura dalam memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan berkelanjutan melalui teknologi penyimpanan energi Ambri,” ujar Adam Briggs.
Baca juga : Tiga Perusahaan Kolaborasi Hadirkan Teknologi Inverter PLTS Atap
Berbeda dari teknologi penyimpanan energi skala utilitas lainnya seperti bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), teknologi baterai Liquid Metal™ Ambri akan secara mendasar mengubah cara jaringan listrik beroperasi dengan meningkatkan kontribusi dari sumber daya energi terbarukan dan mengurangi kebutuhan untuk membangun pembangkit listrik konvensional.
Dr. N. Edwin Widjonarko, Co-Founder & Director of Technology Xurya mengatakan, “Kami yakin bahwa Ambri merupakan solusi yang tepat dalam penyediaan teknologi Battery Energy Storage System (BESS) untuk skala utilitas di Indonesia."
"Teknologi mutakhir ini dapat menjadi salah satu kunci dalam proses modernisasi kelistrikan menuju transisi energi baru terbarukan (EBT),” jelas Edwin.
Baca juga : Asosiasi Pemasang PLTS Atap Sambut Besarnya Permintaan Energi Terbarukan
Teknologi Ambri sangat handal untuk sistem kelistrikan, karena dirancang dan dibuat khusus untuk perputaran energi setiap hari – bahkan pada lingkungan yang keras dan ekstrim – dan memiliki masa pakai yang panjang hingga lebih dari 20 tahun, dengan penurunan kapasitas yang minimal.
Selain kehandalan, sistem Ambri juga sangat aman secara operasional karena tidak mungkin menghasilkan gas apa pun, dan tidak mungkin untuk mengalami “thermal runaway” yang kerap menjadi risiko baterai berbasis Lithium.
“Melalui kerjasama ini, kami berharap teknologi AMBRI dapat nantinya digunakan secara luas di berbagai kepulauan di Indonesia untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya energi terbarukan Indonesia yang berlimpah, dan dengan demikian mendukung suksesnya proses transisi energi Indonesia.” tutup Edwin. (RO/OL-09)
Ketua Umum PLN Watch KRT Tohom Purba menilai proyek PLTS 100 GWp sebagai langkah strategis Indonesia hadapi krisis energi global dan konflik geopolitik.
Sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) mengumpulkan minyak jelantah di Pendopo Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Indonesia dan Korea Selatan menandatangani 10 MoU strategis dalam kunjungan Presiden Prabowo. Simak daftar lengkap kerja sama dari AI hingga energi bersih.
Transformasi menuju praktik green mining semakin menjadi perhatian di sektor pertambangan Indonesia seiring meningkatnya tuntutan global terhadap dekarbonisasi.
Tujuan utama inisiatif ini ialah merespons krisis iklim global yang dampaknya semakin terasa di Indonesia, lewat pendekatan moral, spiritual, dan aksi kolektif berbasis nilai-nilai Islam.
Pemerintah mendorong pemanfaatan energi yang lebih efisien dan rendah emisi di sektor industri melalui pengoperasian pabrik mini liquefied natural gas (LNG) di Pasuruan.
Pemerintah mempercepat pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional.
Indonesia tancap gas dalam mendorong transisi menuju energi hijau dengan menjadikan teknologi HVDC dan pengembangan PLTS berkapasitas 100 GW sebagai pilar utama.
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
Mosaic menggelar Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi di Jakarta, mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), hingga lembaga filantropi Islam.
LIMES Renewable Energy menyiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai penjajakan investasi energi terbarukan di wilayah tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved