Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INFORMASI dan analisis dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkait cuaca dan iklim diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi dari proses pertanian. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
"Tidak ada konsepsi pertanian yang tidak didahului dari BMKG. Pertanian dimulai dari budidaya, harus ada BMKG di dalamnya. Lalu pascapanen, bagaimana pengumpulannya lalu nanti hasilnya diletakkan di mana, BMKG harus ada. Selain itu bagaimana panen yang sebaiknya saat musim kering atau musim basah, semua peran penting BMKG," kata Syahrul dalam Rakornas BMKG 2022 bertajuk Peran Info BMKG Dalam Mendukung Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Senin (8/8).
Baca juga: Moeldoko: Pemerintah Matangkan Perubahan Skema Subsidi LPG 3 Kg
Syahrul menegaskan, peran BMKG sangat penting untuk membuat perencanaan pertanian, mulai dari hulu sampai ke hilir. Pasalnya, proses pertanian tidak akan pernah lepas dari kondisi alam. Terlebih, dengan adanya perubahan iklim, kondisi alam semakin sulit untuk diprediksi. Karenanya, analisis BMKG dapat menjadi acuan bagi para pelaku pertanian untuk menentukan lagkah yang tepat.
Saat ini sendiri, menurut Syahrul, sketor pertanian di Indonesia tumbuh positif meski di masa pandemi covid-19. Hal itu terlihat dari PDB pada triwulan 2 tahun 2020 di bidang pertanian yang tumbuh sebesar 16,24%. Selain itu, ekspor di bidang pertanian pada 2020 juga tumbuh 15,79% dan terus naik pada 2021 menjadi 38,68%.
"Kenapa Indonesia bisa survive? Karena perencanaan pertanian ini akurat karena BMKG memberikan saran," ucap Syahrul.
"Karenanya kita harus terus melakukan intervensi pada lokus yang ada dengan lebih spesifik agar memberikan efektivitas dan efisiensi ke depan, seperti apa produktivitas yang bisa dilakukan," pungkas dia. (OL-6)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved