Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN Zero ODOL (Over Dimension Over Load) yang akan diberlakukan pada Januari 2023 mendapati penolakan dari para sopir truk logistik. Penolakan itu didasarkan pada alasan. Mereka mengatakan tidak bisa bersaing jika menggunakan truk kecil. Selain itu penolakan juga kerap didapati dari ekspedisi maupun pabrik terhadap truk berukuran kecil.
“Kalau kita punya mobil pendek yang ukurannya hanya 6meter, para ekspedisi dan pabrik tidak mau terima. Mereka mintanya minimal ukuran 8 meter,” ujar sopir truk Adlan yang kesehariannya membawa truk dari Jakarta-Bali.
Adlan mengatakan pabrik tidak menerima mobil pendek. Penolakan terhadap truk kecil juga berdampak terhadap pendapatan para sopir. “Kalau mobil yang saya bawa kecil, saya susah mendapat order dan terpaksa harus nunggu lama di pangkalan. Itu sangat menghabiskan biaya. Parkir saja sehari 30 ribu, itu belum makan,” tuturnya.
Adlan juga membeberkan keberatan lain yang disebabkan banyak pabrik makanan ringan memberlakukan kubikasi dalam tidap pengangkutan.
“Jadi, kalau mobil kita pendek hanya berapa kubik saja yang bisa kita bawa. Dari hitung-hitungan ongkirnya tidak menutup untuk operasional dari Jakarta ke Bali. Biayanya habis untuk di jalan saja. Mereka juga biasanya enggak mau menerima kalau mobilnya pendek,” tandasnya.
Hal itu yang membuat sopir mengakali dengan memodifikasi truknya untuk bisa mendapatkan muatan. Menurutnya, pemerintah harus mengetahui kondisi para sopir di lapangan.
Sementara, para sopir truk juga masih harus menanggung kenaikan harga bearing dan ban saat ini yang melambung tinggi. Kondisi inilah yang menurut Adlan membuat para sopir truk menolak kebijakan Zero ODOL. Apalagi menurutnya, pemerintah malah mengizinkan produksi baru mobil-mobil long.
Sopir lain bernama Mustakim menceritakan pernah bangkrut karena hanya memiliki mobil-mobil yang ukurannya pendek. Muatan dari pabrik memakai ukuran tertentu untuk pengangkutan kertas tisu, makanan ringan, atau pun elektronik. Minimalnya 50 kubik.
“Mobil saya dulu itu cuma ukuran 6,7 meter. Saya menunggu muatan sampai 2 minggu saya baru muat. Waktu itu uang saya habis-habisan untuk menginap di Jakarta. Saya harus bayar parkir sehari 30 ribu dan itu belum termasuk makan, dan akhirnya saya bangkrut dan menjualnya,” tegasnya. (OL-8)
Kondisi ini mendorong peningkatan tarif pengiriman di tengah keterbatasan kapasitas dan gangguan rantai pasok yang membuat biaya logistik menjadi lebih mahal dan akses yang terbatas.
Praktik sewa menyewa kapal jamak dilakukan berbagai perusahaan, antara lain untuk meningkatkan kapasitas angkut tahunan.
Total throughput atau arus bongkar muat sebesar 850.768 TEUs, tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 843.187 TEUs.
Tercatat melalui layanan Kalog Express, perseroan berhasil mengelola volume pengiriman sebesar 18.671 ton pada Triwulan I 2026 atau tumbuh sebesar 27%.
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi LPG nasional dengan mengoptimalkan armada logistik laut yang dioperasikan secara terintegrasi.
SALAH satu terminal peti kemas terbesar di Indonesia, Jakarta International Container Terminal (JICT) mencatat throughput lebih dari 2 juta TEUs pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved