Aktivitas Pelabuhan di Sejumlah Wilayah Strategis Indonesia Alami Peningkatan

Rahmatul Fajri
15/4/2026 13:53
Aktivitas Pelabuhan di Sejumlah Wilayah Strategis Indonesia Alami Peningkatan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) membukukan kinerja operasional yang solid sepanjang Triwulan I tahun 2026. Anak usaha Subholding PT Pelindo Terminal Petikemas ini mencatatkan total throughput atau arus bongkar muat sebesar 850.768 TEUs, tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 843.187 TEUs.

Corporate Secretary IPC TPK, Pramestie Wulandary, menjelaskan bahwa pertumbuhan ini merupakan hasil dari langkah antisipatif perusahaan dalam melakukan optimalisasi operasional secara terukur.

"IPC TPK telah mengoptimalkan aktivitas bongkar muat menjelang periode pembatasan, serta memastikan percepatan arus barang pasca-pembatasan berakhir. Strategi ini meminimalkan potensi penumpukan di terminal," ujar Pramestie dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Berdasarkan data perusahaan, segmen domestik menjadi motor penggerak utama dengan tren positif. Volume petikemas domestik tumbuh 3,5 persen, dari 623.532 TEUs pada Maret 2025 menjadi 645.084 TEUs pada Maret 2026. Hal ini mencerminkan kuatnya aktivitas distribusi dalam negeri dan daya beli masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

Namun, arus petikemas internasional mencatat penurunan sebesar 6,4 persen menjadi 205.684 TEUs. Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian jadwal pelayaran global serta dinamika distribusi lintas negara selama periode hari raya.

Untuk menjaga keandalan logistik, IPC TPK tetap mengoperasikan layanan terminal selama 24 jam penuh dalam 7 hari (24/7) di seluruh area kerja. Sinkronisasi dengan regulator juga dilakukan secara intensif untuk menyeimbangkan antara kelancaran barang dan mobilitas masyarakat.

Secara kewilayahan, pertumbuhan arus barang tercatat merata di sejumlah titik strategis. Area Teluk Bayur (Padang) mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 5,3%. Lalu, Area Panjang (Lampung) tumbuh 2%. Kemudian, area Pontianak (Kalbar) tumbuh 1,6%, dan area Tanjung Priok (Jakarta) tumbuh 1%

"Momentum Idul Fitri menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat sistem operasional yang adaptif. Ke depan, kami akan terus memperkuat perencanaan berbasis data guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutup Pramestie. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya