Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH berkomitmen untuk mendorong penguatan hilirisasi sektor kelapa sawit. Presiden Joko Widodo pun berulang kali menekankan kepada para pelaku usaha untuk tidak mengeskpor hasil panen dalam produk mentah. Sawit harus diolah terlebih dulu, setidaknya sampai setengah jadi, baru kemudian dijual ke luar negeri.
Upaya tersebut dilakukan agar pelaku usaha, masyarakat dan negara bisa menikmati nilai tambah yang besar.
Sebagai implementasi dari komitmen itu, pemerintah telah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya dengan mendorong pemberdayaan petani sehingga mereka memiliki kemampuan dan akses terhadap modal dan teknologi.
"Kami juga menjembatani kemitraan antara petani dan pengusaha. Dengan begitu, hasil panen petani bisa dijual ke perusahaan besar dan diolah menjadi produk hilir," ujar Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Perkebunan Kemenko Perekonomian, Edy Yusuf melalui keterangan tertulis, Jumat (19/11).
Selain itu, pemerintah juga terus melakukan peremajaan tanaman sawit yang diharapkan mampu meningkatkan tidak hanya kuantitas tetapi juga kualitas buah. Dengan begitu, sawit-sawit yang dipanen memiliki mutu tinggi dan aman untuk diolah ke tahap selanjutnya.
Baca juga : Strategi Indonesia Menjadi Penentu Harga CPO Global
Kendati demikian, Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono melihat langkah yang dilakukan pemerintah masih belum maksimal.
Ia menyebut ada banyak tanaman sawit rakyat yang sudah memasuki usia tua namun belum diremajakan.
Oleh karena itu, Mukti mendorong pemerintah untuk membentuk Satgas Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat yang secara langsung melibatkan Gapki.
"Libatkan seluruh cabang Gapki. Mereka bisa melakukan assesment dan pemetaan potensi petani dan tanaman yang perlu diremajakan," jelasnya.
Pada intinya, ia menambahkan, untuk memperkuat hilirisasi sawit, pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha harus dapat bersinergi dengan baik sehingga seluruh pihak mendapat manfaat maksimal dan menggerakkan perekonomian nasional. (OL-7)
GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendampingi Presiden Prabowo Subianto melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) 13 proyek hilirisasi nasional fase II.
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi mencanangkan 13 proyek besar hilirisasi nasional tahap kedua.
Bahlil Lahadalia menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap ekspor bahan mentah untuk mendorong ketahanan energi nasional.
Prabowo resmi mulai hilirisasi Rp116 triliun dengan 13 proyek strategis. Targetnya jelas, hentikan ekspor mentah dan dorong ekonomi mandiri Indonesia.
Data terbaru menunjukkan bahwa sektor hilirisasi menjadi kontributor signifikan dengan nilai investasi mencapai Rp147,5 triliun.
Dengan mengelola lebih dari 40 persen total luas perkebunan sawit nasional, petani tidak lagi cukup hanya berperan sebagai produsen bahan baku. Mereka perlu didorong untuk naik kelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved