Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SAHAM-saham Asia sebagian besar melayang lebih rendah pada perdagangan Selasa pagi (28/9). Sebab investor terus khawatir atas krisis utang China Evergrande Group yang belum terpecahkan dan mengamati potensi dampak dari meluasnya kekurangan listrik di China.
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,13 persen, setelah sesi beragam di Wall Street.
Pada awal perdagangan Selasa, indeks acuan S&P/ASX200 Australia turun hampir 1,0 persen, sementara indeks Nikkei Jepang turun 0,6 persen.
Indeks saham unggulan China CSI300 naik tipis 0,1 persen pada pembukaan, dan Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,44 persen.
Masa depan Evergrande, pengembang properti paling berutang di dunia, sedang diteliti secara forensik oleh investor setelah perusahaan pada Jumat (24/9/2021) lalu tidak memenuhi tenggat waktu untuk melakukan pembayaran bunga kepada pemegang obligasi luar negeri.
Evergrande memiliki waktu 30 hari untuk melakukan pembayaran sebelum jatuh ke gagal bayar. Otoritas Shenzhen sekarang sedang menyelidiki unit manajemen kekayaan perusahaan.
Tanpa mengacu pada Evergrande, Bank Sentral China (PBOC) mengatakan Senin (27/9/2021) dalam sebuah pernyataan yang diposting ke situs webnya bahwa mereka akan "menjaga hak-hak sah konsumen perumahan".
Sementara itu, meluasnya kekurangan listrik di China menghentikan produksi di sejumlah pabrik termasuk pemasok untuk Apple Inc dan Tesla Inc, serta diperkirakan akan memukul sektor manufaktur negara itu dan rantai pasokan terkait.
Analis memperingatkan pemadaman yang sedang berlangsung dapat mempengaruhi saham industri yang tercatat di negara itu.
"Apa yang kita lihat di China dengan para pengembang dan pemadaman listrik akan menjadi beban negatif di pasar Asia," Tai Hui, kepala strategi pasar Asia JPMorgan Asset Management mengatakan kepada Reuters seperti dikutip LKBN Antara.
"Kebanyakan orang mencoba mencari tahu potensi efek penularan dari Evergrande dan seberapa jauh dan luasnya. Kami terus memantau respons kebijakan dan kami mulai melihat beberapa pergeseran ke arah mendukung pembeli rumah yang kami harapkan."
Di perdagangan Asia, dolar naik hampir 0,1 persen sejalan dengan kinerjanya di sesi internasional Senin (27/9/2021) setelah naik bersamaan dengan imbal hasil obligasi. (OL-13)
Baca Juga: Tepis Isu Jagung Langka, Mentan Cek Stok Jagung Pabrik Pakan
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, penyerbukan merupakan proses pembuahan atau hal melekatkan tepung sari ke kepala putik.
Fitch juga mengonfirmasi Kaisa, perusahaan properti yang lebih kecil tetapi salah satu yang paling berutang di Tiongkok, juga telah gagal membayar obligasi senilai US$400 juta.
Industri realestat Tiongkok--pendorong pertumbuhan utama dalam ekonomi terbesar kedua di dunia--melemah dalam beberapa bulan terakhir setelah Beijing memperketat aturan pembelian rumah.
HARGA emas kembali naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (22/9), karena kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti China Evergrande.
CHINA Evergrande Group sedang berada di ujung default.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved