Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MEDIA sosial saat ini sangat penting keberadaannya bukan hanya di kalangan instansi pemerintah tapi juga sangat berarti bagi petani karena dapat menjadi peluang yang luar biasa dalam mendukung beragam kegiatan usahatani di era digitalisasi termasuk pada kegiatan bisnis pertanian yang dikelola oleh petani milenial.
Hal itu disampaikan Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari dalam sambutannya pada bimbingan teknis (bimtek) dengan tema Strategi Merancang Konten Media Sosial untuk Menggenjot Bisnis Pertanian, Jumat (17/9).
"Konten di media sosial harus dirancang dengan baik dan cerdas sehingga menarik, menjadi wahana untuk berbagi, dan menginspirasi karena dengan media sosial kita dapat memiliki jangkaua audien yang luar biasa banyak dalam satu waktu dengan biaya murah" ungkap Retno.
Penyelenggaraan bimtek merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian di bawah komando Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui Direktorat Jenderal Hortikultura untuk mengakselerasi pengetahuan dan pemahaman petani.
Dari bimtek tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto mengharapkan ada peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan dengan adanya informasi dan teknologi baru.
Hadir sebagai narasumber, komedian Narji yang saat ini juga sudah mulai bertani dan membuat vlog terkait pertanian. Narji mengungkapkan, tujuannya mulai berkecimpung di dunia pertanian salah satunya adalah ingin memberikan konten edukasi kepada masyarakat mengenai dunia pertanian.
“Saat ini, teknologi semakin canggih. Segala sesuatu jadi dapat disampaikan dengan cepat. Latar belakang keluarga saya juga petani. Jadi, ingin meneruskan kegiatan di bidang pertanian,” ujar Narji.
Di daerah tempat tinggalnya, Narji membentuk kelompok tani kecil memanfaatkan lahan yang tidak terpakai. Menurutnya, profesi bertani dapat menghilangkan stress dan mengurangi insomnia karena ketika bercocok tanam badan terasa lelah sehingga mudah mengantuk.
Terkait perancangan konten media sosial, dalam hal ini vlog di YouTube, Narji memaparkan bahwa konsep dasar dari pembuatan konten vlog-nya yaitu bagaimana cara dan proses petani dari nol sampai menjadi besar. Selain pada sosial media YouTube, Narji juga memanfaatkan sosial media Instagram miliknya untuk berbagi informasi terkait bertani.
"Jadi petani itu tidak perlu memulai dari yang besar, karena dari hal yang kecil pun bisa kita manfaatkan. Konten sekecil apapun juga, jangan pernah malu dan ragu. Terus konsisten dan sebarkan ke grup-grup yang ada," kata Narji.
Konsisten dan fokus merupakan kunci sukses yang dipegang oleh Narji dalam membangun sebuah konten bertani pada media sosial. Selain itu, belajar dari melihat konten orang lain serta percaya diri juga sangat membantu dalam proses membuat konten sosial media terutama dalam membuat vlog.
"Kalau kamu mau maju jadi petani, jangan lupa harus melek teknologi,” tambahnya. (RO/OL-09)
Penyerahan bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian di Desa Alue Awe, Lhokseumawe, Aceh.
PEMPROV Bengkulu, akan menargetkan potensi peningkatan produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 10 ribu ton per tahun dari total luasan lahan program cetak sawah pada 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
Ancaman kekeringan akibat fenomena iklim global mulai terasa di Aceh, mendorong kalangan akademisi mengingatkan pentingnya strategi adaptasi bagi sektor pertanian.
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyoroti lambatnya penanganan sawah terdampak bencana Sumatra saat meninjau langsung lokasi Kabupaten Padang Pariaman.
PETANI milenial tergabung dalam kelompok tani Pasirangin, Kota Tasikmalaya, memanen cabai merah di lahan seluas 250 bata dengan jumlah 7.000 pohon.
SEORANG petani milenial sekaligus pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mampu mengolah kopi arabika hingga menyebar ke penjuru Tanah Air, bahkan ke mancanegara seperti Jepang.
Sebagai seorang milenial, Brili Agung Zaky Pradika, 35, tidak jengah disebut sebagai petani. Pemuda asal Banyumas, Jawa Tengah itu membuktikan usahanya yang moncer di sektor pertanian.
PETANI milenial Rustan Abu Bakar selama ini mengolah ubi jalar menjadi keripik. Seiring berjalannya waktu, Rustan merasa harus ada perkembangan terhadap usahanya.
Petani milenial dicari! Daftar sekarang & raih sukses di bidang pertanian modern. Panduan lengkap cara daftar, syarat, & peluangnya di sini!
Kementan menerima kunjungan delegasi forum kerja sama Selatan-Selatan dan Triangular (SSTC) untuk berdialog mengenai pelaksanaan program pemberdayaan generasi muda di pertanian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved