Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebutkan realisasi pendapatan negara hingga akhir Mek 2021 adalah sebesar Rp726,4 triliun atau 41,7% dari target APBN yaitu Rp1.743,6 triliun.
Suahasil menuturkan, pendapatan tersebut tumbuh 9,3% (yoy) dibandingkan periode sama 2020 yaitu sebesar Rp664,6 triliun yang turun 9% dari Mei 2019.
“Pendapatan negara Mei 2021 kita sudah tumbuh 9 persen dibandingkan akhir Mei 2020,” ungkapnya dalam Konferensi Pers APBN KiTA secara daring, Senin (21/6).
Suahasil menuturkan pendapatan negara terdiri dari penerimaan pajak Rp459,6 triliun, bea dan cukai Rp99,3 triliun, serta PNBP Rp167,6 triliun.
Baca juga: Menperin Imbau Pabrik dan Perkantoran Perkuat Prokes
Secara rinci, penerimaan pajak Rp459,6 triliun itu merupakan 37,4% dari target APBN sebesar Rp1.229,6 triliun yang meningkat 3,4% dibanding realisasi periode sama tahun lalu Rp444,6 triliun.
Kemudian penerimaan bea dan cukai sebesar Rp99,3 triliun merupakan 46,2% dari target APBN Rp215 triliun dan mampu tumbuh 21,6% dari periode Mei 2020 Rp81,7 triliun.
Penerimaan bea cukai tumbuh didorong pertumbuhan bea masuk melalui perbaikan kinerja impor nasional dan bea keluar seiring peningkatan volume ekspor tembaga dan harga produk kelapa sawit serta cukai.
Secara rinci bea masuk tumbuh 3,56% dipengaruhi tren kinerja impor nasional yang meningkat terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan besar atau eceran.
Untuk cukai tumbuh 11,9% didorong pertumbuhan cukai hasil tembakau (CHT) yang dipengaruhi limpahan pelunasan kredit pita cukai dari akhir tahun 2020 dan kebijakan penyesuaian tarif pita cukai.
Untuk bea keluar tumbuh 844,6% didorong peningkatan ekspor komoditi tembaga dan tingginya harga produk kelapa sawit.
Selanjutnya, untuk PNBP yang pada Mei 2021 sebesar Rp167,6 triliun atau 56,2% dari target Rp298,2 triliun tumbuh 22,4% dibanding Mei tahun lalu Rp137 triliun. (OL-4)
Terkait penugasan selanjutnya bagi Febrio dan Luky, Purbaya menyebut keduanya untuk sementara waktu belum dipindahkan ke posisi lain.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa deteksi 10 perusahaan lakukan underinvoicing. Kebocoran penerimaan negara segera ditutup demi target fiskal 2026.
Kemenkeu mencatat penerimaan bea cukai Rp44,9 triliun hingga Februari 2026, terkontraksi 14,7% dibanding tahun lalu. Ini penyebabnya.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, penerima atau awardee beasiswa LPDP harus menghormati Indonesia dan rakyat Indonesia. I
Kemenkeu ungkap 44 alumni LPDP belum kembali ke RI. Menkeu Purbaya tegaskan sanksi berat berupa pengembalian dana plus bunga hingga blacklist permanen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved