Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEIRING perbaikan optimisme pasar, beberapa sektor saham diyakini kembali pulih dan memiliki prospek investasi menjanjikan pada 2021. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi.
"Saya rasa sektor consumer goods tampaknya bagus dan beberapa lainnya, seperti teknologi," kata Inarno dalam seminar virtual, Selasa (2/3).
Menurut Inarno, perkembangan digitalisasi bisa menjadi booster bagi pasar, khususnya dalam hal distribusi. Seperti langkah perusahaan untuk IPO melalui e-IPO.
Kondisi itu membuka kesempatan yang sama bagi investor untuk melakukan penawaran umum perdana. Tidak hanya di kota besar, namun juga di kota kecil.
Baca juga: Hore, Beli Rumah Baru Bebas dari PPN
BEI dikatakannya juga sangat mendorong perusahaan startup teknologi, agar segera melantai di bursa atau melakukan IPO. Beberapa kali BEI telah melakukan pertemuan dengan startup level unicorn.
"Kami sudah beberapa kali bertemu unicorn dan membahas apa yang bisa kami lakukan untuk memudahkan mereka IPO di BEI," pungkasnya.
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo melihat sektor apapun yang terkait dengan konsumsi publik akan membaik seiring pemulihan permintaan.
"Bisa dikatakan sektor consumer goods dan yang terkonsentrasi pada hal terkait kesehatan. Sehingga, seharusnya saham sektor industri kesehatan dan farmasi akan bagus," tutur Hary.(OL-11)
IHSG hari ini dibuka menguat 0,34% ke posisi 7.096,61 pada sesi pembukaan Rabu (29/4). Indeks LQ45 juga terpantau naik ke level 684,88.
IHSG Selasa (28/4) pagi dibuka menguat 0,31% ke posisi 7.128,47. Simak analisis pergerakan pasar modal dan indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG Senin (27/4) pagi dibuka menguat 0,41% ke level 7.158,51. Simak analisis pergerakan pasar modal dan performa indeks LQ45 selengkapnya di sini.
IHSG diprediksi bergerak mendatar pekan ini (27-30 April 2026). Simak analisis Phintraco Sekuritas terkait dampak kebijakan The Fed, ECB, hingga BoJ.
Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pekan ini terlihat begitu babak belur. Indeks menunjukkan pelemahan signifikan sebesar 6,61%.
IHSG hari ini Kamis (23/4/2026) melemah 0,69% ke level 7.489,82. Simak analisis sentimen global, harga minyak, dan dampaknya terhadap pasar modal Indonesia.
IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup menguat 0,41% ke level 7.101,23 pada Rabu (29/4/2026) berkat aksi bargain hunting dan sentimen global.
IHSG ditutup melemah 0,48% ke level 7.072,39 pada Selasa (28/4/2026) akibat ketidakpastian konflik AS-Iran dan penantian hasil rapat FOMC The Fed.
MSCI tunda rebalancing indeks Indonesia ke Juni 2026. Simak analisis dampak potensi outflow dana asing dan urgensi reformasi struktural BEI.
IHSG hari ini anjlok ke level 7.129,49 dipicu ketegangan di Selat Hormuz dan penurunan outlook empat bank besar oleh Fitch Ratings
IHSG dibuka melemah tipis ke 7.378 pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak harga minyak global dan pelemahan Rupiah terhadap laju bursa hari ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved