Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan bahwa kehadiran Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, dapat menekan biaya logistik nasional.
Pemerintah juga berharap infrastruktur itu meningkatkan efisiensi biaya ekspor produk Indonesia ke luar negeri. Khususnya untuk produk otomotif.
"Pembangunan Pelabuhan Patimban ini dapat menekan biaya logistik nasional dan meningkatkan efisiensi ekspor, terutama untuk otomotif," tutur Budi dalam diskusi virtual, Jumat (27/11).
Baca juga: Kemenhub Ungkap Calon Kuat Operator Pelabuhan Patimban
Lebih lanjut, Budi menyoroti biaya logistik di Indonesia yang kalah bersaing dibandingkan negara tetangga, seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia. Saat ini, biaya logistik nasional berkisar 24% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
"Kami berusaha menurunkan biaya logistik menjadi 17% dari PDB pada 2021, lewat Pelabuhan Patimban," imbuh Budi.
Apalagi Pelabuhan Patimban berada di antara wilayah Jakarta dan Cirebon. Serta, dapat diakses melalui jalan tol, jalur Pantura dan jalur kereta api. Budi menilai Patimban merupakan lokasi strategis untuk distribusi logistik.
"Kita juga punya Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung Priok ini akan dikembangkan dan diharapkan saling mengisi dengan Pelabuhan Patimban,” pungkasnya.
Adapun Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut selama ini waktu tempuh dari kawasan industri Jawa Barat ke Pelabuhan Tanjung Priok mencapai 4-5 jam.
Baca juga: PUPR: Stok Infrastruktur Indonesia Jauh dari Standar Global
“Kawasan industri di Jawa Barat ke Patimban hanya 1-2 jam. Waktu tempuh ini lebih cepat, lebih efisien, karena hemat bahan bakar. Dapat mengurangi beban lalu lintas ruas tol Jakarta-Cikampek,” urai Luhut.
Luhut menambahkan, tujuan utama pembangunan Pelabuhan Patimban ialah mengurangi traffic eksisting di Pelabuhan Tanjung Priok, yang mengakomodir 52% lalu lintas kontainer internasional di Indonesia.
“Dengan proses distribusi yang lebih efektif dan efisien, Pelabuhan Patimban dapat mendorong penurunan biaya logistik. Khususnya di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah," paparnya.(OL-11)
Kondisi ini mendorong peningkatan tarif pengiriman di tengah keterbatasan kapasitas dan gangguan rantai pasok yang membuat biaya logistik menjadi lebih mahal dan akses yang terbatas.
Praktik sewa menyewa kapal jamak dilakukan berbagai perusahaan, antara lain untuk meningkatkan kapasitas angkut tahunan.
Total throughput atau arus bongkar muat sebesar 850.768 TEUs, tumbuh 0,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 843.187 TEUs.
Tercatat melalui layanan Kalog Express, perseroan berhasil mengelola volume pengiriman sebesar 18.671 ton pada Triwulan I 2026 atau tumbuh sebesar 27%.
Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi LPG nasional dengan mengoptimalkan armada logistik laut yang dioperasikan secara terintegrasi.
SALAH satu terminal peti kemas terbesar di Indonesia, Jakarta International Container Terminal (JICT) mencatat throughput lebih dari 2 juta TEUs pada 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved