Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA Tourism Development Corporation (ITDC) mengembangkan kawasan Tana Mori di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang akan dijadikan kawasan high end (kelas atas).
Hal itu untuk mendukung Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan ASEAN Summit pada 2023.
“Tana Mori ini kami rencanakan jadi satu tempat di Labuan Bajo yang high end, sama seperti Nusa Dua di Bali,” kata Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan dalam konferensi video, Jumat (7/8).
ITDC sebagai BUMN pariwisata, imbuhnya, diminta pemerintah untuk mengawal percepatan pengembangan destinasi pariwisata prioritas, termasuk Mandalika (NTB), Labuan Bajo
(NTT), dan Likupang (Sulawesi Utara).
Khusus untuk mendukung penyelenggaraan KTT G-20 dan ASEAN Summit 2023, ITDC juga diminta mengembangkan lahan di kawasan Tana Mori dan Tana Naga bersama PT PP
(persero) Tbk.
Di Tana Mori akan dibangun dua hotel bintang 5 untuk menampung para pimpinan negara G-20 seperti dari AS, Tiongkok, dan Rusia. Selain itu, akan dibangun fasilitas MICE hingga
marina. Pendanaan melalui penyertaan modal negara (PMN) selain investasi swasta. (Ant/S-1)
Sejumlah peserta mengikuti Komodo Ocean Swim 2026 di perairan Pulau Sebayur, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kehadiran Masjid Nurlaila menjadi oase bagi masyarakat Dusun Naga yang selama ini beribadah dalam keterbatasan.
Jasaraharja menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengembangkan produk asuransi yang adaptif dan inklusif sesuai karakteristik destinasi Labuan Bajo.
Dewan Pakar Pariwisata Taufan Rahmadi menekankan pentingnya destinasi alternatif di Labuan Bajo untuk cegah overtourism dan menjaga ekosistem Komodo.
Insiden ini memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola transportasi di wilayah penyangga Bandara Internasional Komodo.
Kebijakan pembatasan kunjungan ke Taman Nasional Komodo memicu polemik. BTNK fokus pada daya dukung lingkungan, sementara pelaku wisata keluhkan kesiapan sistem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved