Gandeng Jasaraharja Putera, Kemenko Perekonomian Perkuat Proteksi Wisatawan Labuan Bajo

Rahmatul Fajri
22/4/2026 20:21
Gandeng Jasaraharja Putera, Kemenko Perekonomian Perkuat Proteksi Wisatawan Labuan Bajo
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Perekonomian menggandeng PT Jasaraharja Putera untuk memperkuat tata kelola risiko pariwisata nasional. Langkah strategis ini diawali dengan peluncuran Pilot Project pengembangan ekosistem asuransi pariwisata di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Selasa (21/4/2026).

Langkah ini diambil menyusul data Travel & Tourism Development Index (TTDI) 2024 yang menempatkan aspek safety and security Indonesia di peringkat ke-54 dunia. Selain itu, angka kecelakaan pariwisata nasional tercatat melonjak sebesar 28,57% pada tahun 2025.

Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera, menyatakan bahwa penguatan ekosistem asuransi merupakan mandat dari UU Kepariwisataan dan Permenpar Nomor 6 Tahun 2025.

"Pengembangan ekosistem asuransi pariwisata adalah langkah konkret untuk memastikan wisata yang aman dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah, industri, dan otoritas setempat di Labuan Bajo menjadi prasyarat terciptanya upaya yang inklusif," ujar Dida melalui keterangannya, Rabu (22/4/2026).

Pemilihan Labuan Bajo sebagai proyek percontohan tidak terlepas dari lonjakan drastis jumlah kunjungan wisatawan. Data menunjukkan kunjungan meroket dari 60.439 orang pada tahun 2021 menjadi 476.566 orang pada tahun 2025. Pertumbuhan pesat ini menuntut adanya sistem proteksi yang lebih mumpuni bagi para pelancong.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera, Abdul Haris, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mengembangkan produk asuransi yang adaptif dan inklusif sesuai karakteristik destinasi Labuan Bajo.

"Kami berkomitmen menghadirkan perlindungan yang tidak hanya komprehensif, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi masyarakat serta wisatawan," tegas Abdul Haris.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Jasaraharja Putera dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan perlindungan asuransi public liability (tanggung gugat hukum terhadap publik).

Sekretaris Daerah Manggarai Barat, Fransiskus Sales Sodo, menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai ekosistem perlindungan risiko akan menjadi daya ungkit kualitas destinasi internasional di wilayah tersebut.

FGD ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi regulasi yang memperkuat tata kelola risiko pariwisata. Jika sukses diimplementasikan di Labuan Bajo, model pengelolaan risiko terintegrasi ini akan direplikasi di berbagai destinasi pariwisata prioritas lainnya di seluruh Indonesia. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya