Driver Ojol Dikeroyok di Labuan Bajo, Keamanan Destinasi Super Prioritas Jadi Sorotan

Rahmatul Fajri
16/4/2026 17:05
Driver Ojol Dikeroyok di Labuan Bajo, Keamanan Destinasi Super Prioritas Jadi Sorotan
Labuan Bajo(Dok Istimewa)

AKSI penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) kembali terjadi di kawasan destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Insiden pengeroyokan yang menimpa driver ojol bernama Donatus Darso ini memicu desakan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola transportasi di wilayah penyangga Bandara Internasional Komodo.

Donatus dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang yang diduga merupakan anggota asosiasi angkutan wisata lokal pada Senin (13/4/2026). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka fisik dan trauma mendalam. Ia mengaku dicekik hingga lehernya memerah dan kini memilih berhenti bekerja sementara waktu.

“Saya dipukul dan ditendang sampai jatuh di tengah aspal, untung tidak ada mobil lewat. Saya sempat bangun, naik motor lagi, tapi dipukul lagi,” ungkap Donatus, Kamis (16/4/2026). 

Kronologi Kejadian

Adapun, peristiwa bermula saat Donatus menerima pesanan dari wisatawan asal Eropa di Bandara Komodo. Mengikuti aturan kesepakatan lokal, ia mengarahkan penumpang untuk bertemu di depan sebuah minimarket yang jauh dari pintu keluar bandara. Namun, saat penumpang hendak naik, sekelompok orang mendatangi dan memaksa penumpang turun yang berujung pada aksi pemukulan.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, memastikan pihaknya telah menerima laporan resmi dan tengah memburu para pelaku yang diperkirakan berjumlah 7 hingga 9 orang.

“Kami sudah menerima laporannya. Saat ini tim penyidik tengah melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi para pelaku,” kata Christian.

Desakan Penegakan Hukum dan Evaluasi

Wakil Ketua Komunitas Grab Komodo Cama Laing Labuan Bajo, Leonardus Efendi, menyayangkan insiden ini terjadi di wilayah yang menjadi etalase pariwisata Indonesia. Ia mendesak kepolisian bertindak tegas demi memberikan efek jera terhadap aksi intimidasi di area publik.

"Kami sangat menyayangkan aksi-aksi seperti ini. Hal ini jelas mencederai rasa aman bagi mitra pengemudi yang sedang bekerja. Kami meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Leonardus, Rabu (15/4/2026).

Selain penegakan hukum, Leonardus menekankan pentingnya evaluasi sistem pelayanan transportasi di bandara agar lebih transparan. Meskipun mengapresiasi mediasi yang dilakukan Dinas Perhubungan dan kepolisian, ia menilai aturan di lapangan harus diperjelas guna menghindari gesekan antar-pelaku transportasi.

"Tujuan kita sama, ingin Labuan Bajo ini aman dan nyaman bagi siapa saja. Kami siap berkolaborasi untuk memastikan pelayanan terbaik bagi tamu yang datang," pungkasnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya