Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan yakni PTPN II, PTPN VII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, dan PTPN XIV membuat langkah besar dengan masuk ke pasar ritel. Mereka memproduksi gula kemasan 1 kg untuk memenuhi ketersediaan gula di level konsumen dengan harga terjangkau.
Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Muhammad Abdul Ghani mengatakan strategi perseroan untuk memasok gula konsumsi diharapkan dapat menjaga stabilitas harga gula sesuai harga acuan, yakni Rp12.500 per kilogram.
“Produk gula kemasan ritel 1 kg merupakan langkah serius PTPN Grup sebagai bagian dari bisnis gula yang berkelanjutan, sekaligus untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan stabilitas harga di masyarakat,” kata Ghani dalam jumpa pers Gula PTPN Grup tembus Pasar Ritel di Jakarta, kemarin.
Ia menjelaskan, PTPN Grup menargetkan produksi gula konsumsi sebanyak 800 ribu ton sampai 1 juta ton dengan tingkat rendemen sekitar 8% pada musim giling tahun 2020.
Lebih lanjut, menurut Ghani, strategi perseroan untuk memperkuat komoditas gula ialah dengan cara memperluas areal tanaman tebu, dari saat ini sekitar 56 ribu hektare menjadi 80 ribu hektare.
Caranya yakni dengan mengonversi lahan karet yang dimiliki anak perusahaan, serta bersinergi dengan perusahaan BUMN lain seperti Perum Perhutani.
Di kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara Grup Dwi Sutoro menjelaskan, pada tahap awal perseroan akan mendistribusikan 40.000 ton atau 40 juta kemasan gula konsumsi dengan kemasan 1 kg ke pasar ritel.
“Kami rencanakan untuk tahun pertama masa giling 2020, dengan konsolidasi yang ada, kita akan mulai dengan 40.000 ton. Kami akan mendistribusikan sepanjang masa giling berikutnya,” kata Dwi.
Ia menambahkan, kapasitas distribusi akan terus dikembangkan sebagai bagian dari rencana strategis PTPN Grup dalam 5-10 tahun ke depan.
Selain itu, PTPN juga akan tetap menggandeng petani tebu rakyat dalam meningkatkan produksi tebu dengan cara menjaga kestabilan harga di tingkat petani.
Dengan cara itu, minat petani diharapkan tetap tinggi untuk memproduksi tanaman tebu sehingga secara langsung menambah kapasitas gula konsumsi dan menaikkan kesejahteraan petani tebu.
“Dengan perluasan area dan perbaikan kultur teknis, varietas, dan tekhologi, kami bisa membuat gula konsumsi lebih baik dan besar lagi,” ujar Dwi. (Des/E-2)
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Pakar Gizi IPB memperingatkan risiko kesehatan menjadikan kental manis sebagai minuman harian karena kandungan gula yang mencapai 50 persen.
Satu sajian 250 mililiter minuman berpemanis rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved