Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira memprediksi pergerakan rupiah akan melemah di pekan depan. Hal ini dinilai lantaran resesi Amerika Serikat (AS) yang minus 32,9% membuat khawatir para pelaku pasar global.
“Rupiah diperkirakan melemah pada sesi perdagangan pekan depan. Faktornya resesi di AS pada kuartal II cukup dalam dibanding konsesus para ekonom,” ungkapnya saat dihubungi mediaindonesia.com, Minggu (2/8).
Implikasinya para pelaku pasar dunia akan cenderung bertransaksi aman ke safe heaven. Seperti pada surat utang pemerintah dan emas. Karena para pelaku menilai terlalu beresiko untuk masuk ke pasar saham yang masih sangat fluktuatif.
Baca juga : Resesi Global Masih Hantui Pergerakan IHSG Pekan Depan
“Mereka melihat risiko untuk masuk ke pasar saham masih terlalu fluktuatif. Ini yang membuat nett sells atau aksi jual di bursa saham mencapai Rp1,86 Triliun dalam sepekan terakhir,” imbuhnya.
Sementara itu, dari dalam negeri melemahnya rupiah lantaran progress realisasi anggaran pasca pembentukan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 masih ditunggu pasar. Termasuk masih tingginya angka kasus covid-19 masih menjadi kekhawatiran utama.
“Rupiah diperkirakan bergerak dalam range 14.700-14.790 per dolar AS,” jelasnya. (OL-2)
Nilai tukar rupiah melemah pada Rabu pagi ke level Rp17.275 per dolar AS. Dipicu kebuntuan negosiasi AS-Iran dan keluarnya UAE dari OPEC+.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah dibuka melemah 32 poin ke level Rp17.275 per dolar AS pada Rabu (29/4) pagi akibat tekanan sentimen global.
Nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 12 poin ke level Rp17.223 pada Selasa (28/4). Simak analisis pergerakan mata uang rupiah di sini.
Mata Uang Rupiah Senin (27/4) pagi menguat 18 poin ke level Rp17.211 per dolar AS. Simak analisis pergerakan kurs dan sentimen pasar selengkapnya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan fundamental ekonomi RI tetap kuat meski Rupiah tembus Rp17.300 per Dolar AS. Simak analisis dan strategi stabilisasinya.
Di Batam, pergerakan nilai tukar berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, mengingat tingginya ketergantungan pada barang impor dan transaksi lintas negara, khususnya Singapura.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved