Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Riset Core Indonesia Piter Abdullah menyebut program penjaminan pemerintah terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan UMKM belum efektif. Ia memberikan contoh UMKM yang dibantu mayoritas adalah yang sudah existing.
"Penjaminan itu untuk apa dulu, kalau sekadar bisnis jaminan ya sudah jalan saja. Tapi dalam konteks membantu UMKM-nya, tidak. Karena UMKM yang dibantu ya itu-itu saja yang sudah existing," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (15/10).
Menurutnya, bisnis penjaminan memang merupakan peluang karena ada penyaluran kredit yang dijaminkan.
"Ujungnya nanti perusahaan-perusahaan penjaminnya, apakah itu Askrindo, mendapatkan kinerja yang baik," tuturnya.
"Kalau ngomongin penjaminan memang menguntungkan bagi mereka yang dijamin. Menguntungkan kedua belah pihak. Kalau saya UMKM, disubsidi dengan penjaminan ini, ya untung sekali. Bank juga untung sekali karena risiko kreditnya turun," imbuhnya.
Namun, dalam konteks yang lebih luas, menurutnya, program-program seperti ini harus bersinergi satu sama lain.
"Peran penjaminan itu kan dalam rangka membantu penyaluran kredit kepada UMK. Namun, saya menyoroti bukan penjaminannya, tapi menyoroti penyaluran kreditnya melalui KUR. KUR-nya yang tidak tepat. Akan sangat bagus kalau penyaluran kreditnya dibenerin, disinergikan, sehingga menjadi lebih efektif dan penjaminannya juga menjadi lebih bagus," ungkap Piter.
Baca juga: MRT Bantah Seleksi UMKM Tidak Adil
Pemerintah, menurutnya, sudah cukup banyak memiliki program-program untuk membantu UMKM.
"Apakah itu dalam bentuk dana bergulir yang ada di kementerian-kementerian, kemudian ada juga program kemitraan dan bina lingkungan, KBL, ada di BUMN-BUMN. Pemerintah juga punya program melalui PNM, modal madani. Itu kan BUMN juga," tuturnya.
Kajian Core, imbuh Piter, menunjukkan bantuan dari pemerintah untuk program pengembangan UMKM ini membebani APBN cukup besar.
"Ada belasan triliun. Hitungan saya kalau digabungkan dari PKBL dari KUR dan juga dari dana bergulir itu ada sekitar Rp25 triliun. Jadi beban APBN," terangnya.
"Ini sementara hasilnya tidak optimal karena tidak fokus dan kecenderungannya ada overlaping. Bahkan ada, dalam tanda petik, potensi penyimpangan. Tidak efektif. Akan lebih baik kalau seandainya program-program ini disatukan, disinergikan dalam satu program," tukasnya.
Jadi, pihak yang selama ini tidak terlayani oleh pembiayaan memang bisa terlayani dengan disubsidi. Namun, umumnya penerima bantuan itu adalah mereka yang sudah existing sehingga dari sisi penyaluran kredit tidak ada tambahan.
"Makanya melihatnya mau seperti apa? Kalau dilihat dari bisnis penjaminannya, ya ini bisnis yang aman-aman saja. Tapi kalau melihat dari konteks yang lebih luas, ya seperti yang saya sebutkan tadi," pungkasnya.(OL-5)
INDEPENDENSI direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai semakin tergerus seiring kuatnya intervensi politik dalam proses penunjukan jabatan strategis.
Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) bersama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kembali meluncurkan kegiatan CSR & PDB Awards.
PEMERINTAH mulai membuka rekrutmen nasional 35.476 posisi yang akan ditempatkan dalam pengelolaan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih.
DI tengah percepatan transformasi bisnis Badan Usaha Milik Negara (BUMN), aspek risiko hukum kini menjadi perhatian utama bagi para pengambil keputusan.
Namun, rencana pemerintah untuk mengalihkan impor bahan baku gula dari pihak swasta ke BUMN mendapat tanggapan skeptis dari kalangan petani.
Tercatat sebanyak 116.688 pemudik diberangkatkan menggunakan 1.541 armada bus menuju lebih dari 200 kabupaten/kota di Indonesia lewat mudik gratis BUMN.
Total pembiayaan akan mencapai Rp10 triliun, dengan masing-masing penerima akan memperoleh kredit maksimal Rp500 juta.
Terkait dampak kebijakan tersebut terhadap kinerja keuangan perseroan, Hery menilai pengaruhnya tidak signifikan mengingat skala bisnis BRI yang besar.
Jumlah debitur KUR di tiga wilayah tersebut mencapai 1.018.282 dengan nilai pembiayaan sebesar Rp43,95 triliun.
PEMERINTAH menyiapkan kebijakan khusus Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Pemerintah tengah menyiapkan skema hapus buku utang kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat di wilayah bencana.
Don Muzakir, menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan penghapusan utang Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani Aceh yang terdampak banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved