Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengungkapkan penerimaan pajak tahun ini berpotensi lebih rendah dari target yang ditetapkan.
"Kondisi APBN cukup ketat. Kelihatannya outlook APBN 2019, untuk penerimaan pajak, mungkin terpeleset sampai Rp200 triliun," ujar Lembong di kantornya, Jakarta, Senin (7/10).
Melemahnya penerimaan pajak tidak terlepas dari kondisi perekonomian global yang cenderung melambat. Maka dari itu, pemerintah tidak bisa terus mengandalkan APBN untuk membiayai berbagai pembangunan. Dibutuhkan peran swasta yang lebih besar agar negara bisa terus berkembang.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi penerimaan pajak hingga Agustus 2019 baru mencapai Rp801,02 triliun atau 50,78% dari target APBN 2019 yang dipatok Rp1.577,56 triliun.
Baca juga: Ribuan Kendaraan Mewah di Jakarta Menunggak Pajak
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu Robert Pakpahan juga mengakui penerimaan pajak hingga September 2019 masih belum sesuai harapan.
"Masih berat rasanya," ucap Robert akhir pekan lalu.
Penerimaan pajak, ucapnya, memang sangat bergantung pada kondisi ekonomi baik secara nasional dan global. Ketika kondisi ekonomi melambat, penerimaan pajak pun tidak bisa dipaksakan.
"Pajak itu kan basisnya kegiatan ekonomi. Kalau ekonomi ada tekanan, penerimaan pajak pasti juga ada tekanan," jelasnya.(OL-5)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Ekonom Indef menilai optimisme pemerintah soal fiskal perlu diimbangi konsolidasi konkret agar APBN tetap kuat menghadapi tekanan global jangka panjang.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
Presiden menegaskan, besarnya nilai aset yang berhasil diselamatkan itu berpotensi memberikan dampak besar bagi pembangunan nasional.
Ibas juga menyoroti perlunya keseimbangan antara menjaga kesehatan postur APBN dan kewajiban negara dalam memberikan perlindungan sosial.
DPR mempertanyakan kekuatan APBN menghadapi lonjakan harga minyak dunia. Dolfie menyebut potensi tambahan subsidi bisa mencapai Rp204 triliun.
Ekonom CORE Yusuf Rendy Manilet ingatkan risiko APBN jika subsidi BBM bengkak. Pemerintah siapkan SAL Rp420 triliun sebagai bantalan fiskal hingga 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved