Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTAMINA Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memastikan pada 1 Oktober 2019 pihaknya akan berhasil mengunci secara permanen sumur YYA-1.
"Estimasi pukul 10 pagi tanggal 1 Oktober 2019, sumur itu sudah disemen dan terkunci. Ini estimasi tim kami, tapi bisa jadi lebih cepat," kata Ketua Tim Proyek YYA-1 Taufik Adityawarman di Kantor Pertamina, Jakarta, kemarin.
Ia menyatakan, sampai saat ini PHE ONWJ telah mencapai milestone baru dalam penanganan sumur YYA-1, yakni dengan keberhasilan proses intercept, yaitu menghubungkan sumur YYA-1 dengan sumur Relief Well pada Sabtu 21 September 2019 pukul 10.30 WIB.
Relief Well ialah proses mematikan sumur YYA-1 dengan pengeboran dari samping yang dilakukan dari Rig Soehanah yang berjarak 1 kilometer dari sumur YYA-1.
Proses koneksi antarsumur itu dapat dilakukan dengan baik dan lebih cepat daripada estimasi jadwal waktu yang direncanakan yakni pada akhir September 2019.
Taufik menyampaikan, kesuksesan mengoneksikan antarsumur itu ialah sebuah tahapan penting dalam upaya mematikan sumur YYA-1. "Dengan terkoneksinya dua sumur ini maka saat ini kami dalam posisi telah dapat mengendalikan sumur YYA-1," ucapnya.
Taufik menambahkan, langkah selanjutnya proses dynamic killing dengan memompakan lumpur berat untuk melawan tekanan dalam sumur YYA-1 sehingga tercapai keseimbangan dan menyetop aliran minyak dan gas dari sumur.
Dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya masih akan memonitor untuk memastikan kestabilan sumur dan memastikan tidak ada fluida yang keluar dari sumur YYA-1.
Jika kondisi dinyatakan stabil, akan dilakukan tahap selanjutnya yakni pemompaan semen untuk proses mematikan sumur YYA-1 secara permanen.
Hingga 22 September 2019, sambung Taufik, pihaknya telah me-ngumpulkan sebanyak 42.034 barel yang berisi 6.683.428 liter oil spill dari laut dan sebanyak 5.747.572 karung oil spill di darat.
"Tetapi itu tidak 100% minyak karena ada campuran air dari laut, dan kalau di darat, ada campuran pasir," tukas Taufik. (Ata/E-2)
Proyek hilirisasi tahap kedua ini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru dengan nilai investasi mencapai Rp116 triliun.
DI tengah meningkatnya dampak perubahan iklim yang semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, momentum Hari Bumi menjadi pengingat bahwa aksi nyata tidak lagi dapat ditunda.
Di salah satu stasiun pengumpul migas, Nadia Silvia menjalankan tugasnya sebagai operator di Stasiun Pengumpul Bambu Besar Pertamina EP Field Subang.
PT Pertamina mengapresiasi dan mendukung upaya penegakan hukum terhadap penyalahgunaan BBM dan Elpiji. Hal itu dilakukan melalui sinergi bersama aparat penegak hukum.
Jaksa Penuntut Umum menuntut lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dengan hukuman penjara antara 6 hingga 12 tahun
Pentingnya transparansi pemerintah dalam menjelaskan alasan di balik kebijakan penyesuaian harga tersebut kepada publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved