Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ASOSIASI Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menilai, proporsal besaran bea masuk imbalan sementara (BMIS) produk biodiesel Indonesia yang dikeluarkan Uni Eropa bisa mempersulit ekspor.
"Ya, ngga bisa ekspor lah, susah 8%," kata Ketua Harian Aprobi Paulus Tjakrawan usai rakor di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (29/7).
Sebagai informasi, besaran BMIS yang diajukan memiliki margin 8% hingga 18%.
Saat ini, kata Paulus, pemerintah tengah menunggu dokumen resmi dari Uni Eropa. "Dokumen itu kalau sudah diterima oleh pemerintah, kemudian dikaji. Kok bisa sekian persen sih, apa aja," katanya.
Baca juga : Serapan Biodiesel Sentuh 1,72 Juta Ton
Untuk perusahaan yang dikenakan proposal bea masuk tersebut, kata Paulus, mereka sudah mengirimkan jawabannya masing-masing kepada Uni Eropa. "Udah. Masing-masing," katanya.
Sebagai informasi, bea masuk tersebut rencananya akan diberlakukan untuk Biodiesel produksi Ciliandra Perkasa sebesar 8%, Wilmar Group 15,7%, Musim Mas Group 16,3% dan Permata Group sebesar 18%.
"Memang itu lah sengaja mereka. Mereka sengaja mengganggu ini, tapi ya oke lah, kita tetap ekspor. Kalau yang 8%, nanti kan tergantung hasil dari pembelaan masing-masing perusahaan dan pemerintah. Mungkin bisa kurang dari 8%, nanti kita lihat," tuturnya.
Ia pun menyampaikan jika bea masuk tersebut bisa turun ke angka 5%, ekspor biodiesel ke depannya kemungkinan masih bisa dilakukan.
"Kalau bisa lebih rendah lagi kan mungkin banyak yang bisa ekspor. Yaudahlah kalau 5% sama saja kaya pajak biasa. Tapi kalau 18% atau 16% tadi gede banget," tandasnya. (OL-7)
Pengamat energi Elrika Hamdi menilai kinerja positif PGEO menunjukkan industri energi panas bumi di Indonesia semakin mendapat tempat dalam bauran energi nasional.
Pengembangan PLTS dapat difokuskan pada optimalisasi potensi yang telah ada, termasuk PLTS terapung di waduk-waduk strategis serta peningkatan kapasitas pembangkit yang telah beroperasi.
PLN EPI mendorong pengembangan gasifikasi biomassa sebagai solusi percepatan program dedieselisasi, khususnya di wilayah terpencil yang belum terjangkau jaringan listrik interkoneksi.
Di Kalsel potensi EBT diperkirakan mencapai 3.270 mega watt yang berasal dari energi tenaga surya, bayu, air, biogas serta biomassa.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved