Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN petani tebu menilai saat ini pabrik gula yang dikelola PTPN perlu mendapat prioritas penugasan impor raw sugar pada musim giling tahun ini.
Keuntungan yang diperoleh dari pengolahan raw sugar tersebut selain untuk menutup idle capacity, juga bisa digunakan untuk membeli tebu petani dan merevitalisasi mesin sehingga tingkat rendemen bisa lebih tinggi.
Ketua Umum Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil mengatakan sejumlah pabrik gula pemerintah telah dimodernisasi sehingga dipastikan mampu berkompetisi dengan pabrik gula swasta.
"Sejumlah pabrik gula BUMN tutup karena kekurangan bahan baku. Kondisi idle capacity ini bisa diatasi dengan mengolah raw sugar sehingga pabrik gula BUMN bisa kembali beroperasi," jelas Arum dalam diskusi di Jakarta, kemarin.
Penurunan pasokan tebu, antara lain diakibatkan penyempitan lahan tebu dan semakin menurunnya minat petani menanam tebu akibat harga tebu semakin murah. Kondisi tersebut makin diperparah dengan ketidakmampuan petani membeli pupuk dan mengatasi biaya pengolahan.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, pengamat ekonomi pertanian Agus Pakpahan mengungkapkan, keberlangsungan produksi gula dalam negeri bergantung pada kebijakan pemerintah. Ada dua kebijakan utama yang dapat membuat industri gula kembali bergairah, yakni adanya jaminan harga dan risiko terhadap petani dibantu dengan kebijakan impor yang terintegrasi dengan kebijakan produksi dalam negeri.
"Jadi ini pasangan yang menguntungkan untuk dalam negeri. Bukan kita tidak mengimpor, melainkan kebijakan impor terintegrasi dengan kepentingan meningkatkan produksi di dalam negeri," jelasnya.
Dirut PTPN X Dwi Satrio mengungkapkan bahwa PTPN X kini telah menerapkan industri terintegrasi berbasis tebu yang tidak hanya memproduksi gula, tetapi juga beberapa produk lain, seperti biomass dan bioetanol. (*/E-1)
"Tidak benar jika pabrik gula PTPN disebut tidak efisien dan teknologinya ketinggalan zaman," tegasnya.
Kesiapan menerima penugasan impor juga diutarakan Direktur Utama PTPN IX Iryanto Hutagaol. PTPN yang memiliki pabrik tebu mampu mengolah sekitar 500 ribu ton dalam satu musim giling. (*/E-1)
Konsumsi minuman berpemanis (SSB) di Indonesia meningkat tajam. Pakar Gizi IPB ingatkan risiko diabetes dan pentingnya membatasi asupan gula harian.
Pakar Gizi IPB memperingatkan risiko kesehatan menjadikan kental manis sebagai minuman harian karena kandungan gula yang mencapai 50 persen.
Satu sajian 250 mililiter minuman berpemanis rata-rata mengandung 22,8 gram gula.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Makanan manis sederhana dapat memicu fluktuasi gula darah yang tidak stabil. Dampaknya, rasa lapar akan muncul lebih cepat saat sedang menjalankan ibadah puasa di siang hari.
Tubuh membutuhkan gula dalam jumlah cukup, tetapi konsumsi berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved