Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN kepala daerah (pilkada) digelar serentak di 101 daerah, besok. Sebanyak 4,2 juta pemilih akan menggunakan hak pilih untuk mencoblos di bilik suara. Kegembiraan mencoblos sudah sepatutnya dirayakan sebagai pesta demokrasi.
Mencoblos dengan penuh kegembiraan karena para pemilihlah yang menentukan siapa di antara 310 pasangan yang berkontestasi itu layak menjadi kepala daerah dan wakil kepala daerah. Dari jumlah itu, sebanyak 242 pasangan calon maju diusung partai politik dan 68 pasangan calon dari jalur perseorangan.
Penggunaan hak pilih pantas dijalankan penuh sukacita. Itulah hak warga negara yang sepenuhnya dijamin konstitusi. Karena itu, setiap warga yang memenuhi syarat harus dipastikan bisa menggunakan hak pilih. Mereka menggunakan hak pilih sesuai dengan kehendak bebas tanpa ada paksaan dan iming-iming uang.
Jauh lebih penting lagi, dan ini sering dilupakan, pilkada itu mestinya mempersatukan, bukan mencerai-beraikan. Ia mempersatukan perbedaan-perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan dalam panggung kontestasi politik yang sehat. Karena itulah pilkada juga sebagai sarana mempersatukan masyarakat.
Pilkada disebut memiliki dimensi persatuan karena semua orang yang berbeda latar belakang itu bersatu padu untuk memilih pemimpin daerah. Elite politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, ataupun rakyat biasa memiliki hak yang sama. Mereka bersatu dalam tujuan yang sama, yakni mencari pemimpin daerah yang artikulatif.
Harus tegas dikatakan bahwa pilkada bukanlah peretak, melainkan perekat. Lewat pilkada mestinya semua elemen masyarakat bersatu demi mendapatkan pemimpin yang bisa mempersatukan rakyat dan bersama-sama mencari solusi agar masyarakat keluar dari persoalan hidup seperti kemiskinan.
Dalam perspektif yang merekatkan itulah, penyelenggaraan pilkada disebut berhasil tidak hanya diukur dari terpilihnya kepada daerah. Tolok ukur keberhasilan penyelenggaraan pilkada juga dilihat dari semakin kukuhnya sendi-sendi persatuan di dalam masyarakat. Pilkada mesti memperkuat sendi-sendi demokrasi dan mempererat relasi sosial.
Tidak ada gunanya pilkada digelar jika ia memicu berkeping-kepingnya relasi sosial. Tidak ada gunanya pilkada digelar jika ia justru mencerai-beraikan masyarakat. Lebih baik tidak ada pilkada daripada membelah bangsa.
Tugas mulia semua anak bangsa mewujudkan pilkada sebagai pesta demokrasi pada satu sisi, dan pada sisi lain menjadikan pilkada sebagai perekat persatuan bangsa. Pada titik inilah dibutuhkan sinergi berbagai elemen masyarakat. Kaum intelektual, tokoh agama, tokoh politik, dan tokoh publik hendaknya turun tangan menjaga si-tuasi yang kondusif. Jangan sampai mereka, termasuk otoritas pilkada, menjadi bagian dari persoalan itu sendiri.
Tidak kalah pentingnya ialah kebesaran jiwa para pasangan calon yang berkontestasi. Kemenangan dan kekalahan sebagai keniscayaan dalam pilkada. Hasrat untuk berkuasa mesti dijabarkan secara etis berdasarkan nalar demokrasi, jangan sekali-kali menghalalkan segara cara untuk meraih kekuasaan.
Pengalaman menunjukkan bahwa kerusuhan yang menyertai pilkada selalu dipicu ketidaksiapan pasangan calon untuk kalah. Mereka siap menang, tetapi siap kalah hanya ucapan pemanis bibir. Dalam berbagai kasus terungkap bahwa pasangan yang kalah sering menjadi dalang kerusuhan yang menyertai pilkada.
Marilah menyambut pilkada yang digelar besok dengan penuh sukacita. Bergembiralah dalam mencari pemimpin primus inter pares, yang terbaik dari yang baik. Pilkada itu merekatkan, bukan meretakkan ikatan sosial masyarakat.
***
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved