Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan rangkaian cerita skandal Hambalang masih terus berlanjut. Komisi antirasywah itu pantang kibarkan bendera putih.Pantang menyerah ditunjukkan KPK lewat penahanan Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Mallarangeng pada Senin (7/2). Ia ditahan setelah menyandang status tersangka lebih dari setahun.
Pengusutan kasus Hambang yang lebih dari lima tahun itu ibarat menapak anak tangga. KPK mengusut satu per satu nama-nama yang disebutkan dalam persidangan guna menuntaskan perkara yang merugikan negara Rp706 miliar tersebut.
Kasus Hambalang bukanlah sembarang perkara karena membelit sejumlah nama besar. Dalam kasus Hambalang, untuk pertama kalinya di negeri ini seorang menteri aktif menjadi terpidana. Dia ialah Andi Mallarangeng yang ketika itu menjabat menteri pemuda dan olahraga.
Dalam kasus Hambalang pula, untuk kali pertama KPK menjadikan seorang ketua umum partai politik sebagai tersangka. Dia ialah Anas Urbaningrum yang kala itu menjadi orang nomor satu di partai berkuasa, Partai Demokrat.
Publik berharap, sangat berharap, KPK juga mengusut nama-nama lain yang disebutkan di persidangan. Harapan itu seperti gayung bersambut karena KPK berjanji bahwa Choel bukanlah tersangka terakhir. Itu artinya KPK masih terus bekerja meski kesannya seperti gerak siput, amat lamban.
Pengusutan nama-nama yang disebut di pengadilan itu bukan semata karena fakta persidangan. Lebih dari itu, pengusutan tersebut memperlihatkan hukum menempatkan sama posisi semua orang. Jauh lebih penting lagi, pengusutan itu sekaligus berfungsi sebagai pemulihan nama baik jika nama yang disebut benar-benar tidak terlibat.
Satu di antara mereka yang disebut ialah Olly Dondokambey. Bendahara Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu disebut menerima Rp2,5 miliar. Ada juga mantan Ketua Komisi Olahraga DPR Mahyudin, statusnya masih sebagai saksi, ditengarai dapat kucuran dana Rp500 juta. Kedua nama itu jelas tercantum dalam dakwaan jaksa KPK kepada mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar.
Nama lain yang sering disebut di pengadilan ialah Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas. Namun, hingga kini, KPK tak kunjung menindaklanjuti kasusnya. Mereka yang menyebut nama putra bungsu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu ialah Angelina Sondakh yang kini menjadi terpidana.
Mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis juga mengungkapkan, ada catatan keuangan Grup Permai yang menyebutkan aliran dana US$200 ribu ke Ibas. Begitu juga Nazaruddin dan Anas Urbaningrum, keduanya terpidana, menjadikan Ibas sebagai kosakata wajib di tiap kesaksian dan persidangan mereka.
Olly Dondokambey, Mahyudin, dan Ibas dalam berbagai kesempatan telah membantah keterlibatan mereka. Bantahan itu mestinya tidak mengendurkan semangat KPK untuk menuntaskan kasus Hambalang. Apalagi keterangan para saksi muncul di bawah sumpah di forum yang terhormat, pengadilan. Jika mereka memberi kesaksian palsu di persidangan, otomatis sanksi pidana menanti.
Semua warga punya kedudukan sama di mata hukum. Wajib hukumnya bagi KPK untuk memastikan tidak ada pihak yang bebas melenggang padahal turut menikmati korupsi. KPK mesti membuktikan komitmennya untuk memeriksa semua nama yang disebut di pengadilan, termasuk Ibas tentunya.
Megaskandal Hambalang telah membuat proyek wisma atlet itu terbengkalai. Kompleks seluas 32 hektare tersebut lebih tampak sebagai bangkai bangunan, padahal Rp2,7 triliun uang negara telah dihabiskan. Karena itu, KPK mesti selekasnya memainkan episode-episode berikutnya, jangan seperti gerak siput, agar tuntas drama Hambalang.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved