Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI demokrasi dan hukum telah menjadi kata-kata yang fasih diucapkan masyarakat, pemahaman akan hal itu masih jauh dari harapan. Banyak orang belum memahami bahwa keterkaitan demokrasi dan hukum semestinya saling menguatkan. Bukan keterkaitan yang justru menekan dan melemahkan salah satunya.
Namun, inilah yang terjadi di negeri ini ketika proses hukum malah dibayang-bayangi dengan demokrasi jalanan alias demonstrasi. Terlebih ketika upaya penegakan keadilan itu juga dilabelkan sebagai kriminalisasi terhadap pihak terlapor.
Inilah yang terlihat dalam kasus hukum yang membelit pemimpin organisasi kemasyarakatan (ormas). Ketika sang pemimpin diperiksa aparat penegak hukum, para pendukungnya ramai-ramai mengawal. Padahal, pemeriksaan itu hanya prosedur hukum biasa-biasa.
Alih-alih mendukung pemimpin mereka untuk menghadapi tuntutan itu dengan kesatria, massa pendukung malah mengembuskan rumor kriminalisasi. Lewat media sosial, mereka menyebarkan tagar #tolakkriminalisasiulama dan #saveulama.
Ini jelas bukan aksi yang diharapkan dari organisasi massa ataupun pimpinannya yang selama ini selalu menuntut penegakan hukum. Aksi itu menunjukkan kegagalan pemahaman mereka tentang perkataan 'mengawal hukum'.
Lewat pernyataan tentang kriminalisasi ulama, mereka sama saja telah memberi stigma buruk pada upaya penegakan hukum di Tanah Air. Hukum yang semestinya menjadi panglima keadilan justru ditekan dan dilecehkan wajahnya.
Tidak hanya itu, jika benar yang mereka kawal ialah hukum, mengapa yang disuarakan bukan justru tuntutan percepatan dan keleluasaan prosesnya? Alih-alih mereka justru menciptakan hadangan-hadangan dan tudingan bersentimen keagamaan.
Harus tegas dikatakan bahwa biarkan hukum bekerja sesuai koridornya, tidak perlu ditekan-tekan dengan kekuatan massa. Pengerahan massa itu merupakan bentuk lain dari sikap antidemokrasi dan tidak menjadikan hukum sebagai panglima.
Kondisi ini semestinya membuat kita sebagai bangsa cemas. Hukum dan demokrasi bukan saja tidak saling menguatkan, melainkan juga telah dipisahkan jurang yang lebar.
Ironisnya, penyebabnya bukan karena eksploitasi hukum oleh penguasa atau pemerintah. Eksploitasi inilah yang sering disebutkan dalam literatur-literatur hukum dan demokrasi dunia. Kehancuran terjadi ketika penguasa menempatkan diri di atas hukum dan menggunakan hukum sebagai instrumen kepentingan mereka.
Namun, di dalam negeri, kenyataannya ialah organisasi dan kelompok massa yang menempatkan diri di atas hukum. Tuntutan dianggap sebagai kriminalisasi, sedangkan mereka sendiri menuntut penegakan hukum secepatnya bagi pihak-pihak lawan.
Atas kondisi ini, sudah sepatutnya hukum lebih ditegakkan lagi. Para penegak hukum harus bekerja lebih cepat, tegas, dan terbuka dalam memproses setiap kasus. Aksi dan tuntutan masyarakat tidak boleh sedikit pun memengaruhi jalannya proses tersebut.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved