Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PERISTIWA keji dan memilukan di Pulomas, Jakarta Timur, awal pekan ini, mestinya membuka kesadaran dan mata kita lebar-lebar. Perampokan yang disertai pembunuhan sejatinya merupakan jenis kejahatan yang amat sangat primitif. Jenis kejahatan yang mungkin sama usianya dengan keberadaan manusia itu sendiri.
Lalu mengapa kita masih juga bisa kecolongan? Harus diakui selama ini barangkali kita terlalu terlena dan menganggap enteng kejahatan semacam ini. Di tengah merebaknya kejahatan-kejahatan modern seperti korupsi, peredaran narkoba, hingga cyber crime, kita seperti lupa masih ada ancaman serius dari kejahatan konvensional.
Kita selalu meneriakkan perang terhadap korupsi dan narkoba serta mendorong penumpasan hingga ke akar-akarnya. Kita tak pernah lelah mendesak pelaku korupsi dan bandar narkoba dihukum seberat-beratnya supaya mereka kapok sekaligus memberi peringatan kepada yang lain untuk tidak mencoba hal yang sama.
Namun, semangat menggebu kita di sisi itu ternyata membuat kita melupakan sisi yang lain. Kita kerap alpa memperhatikan kejahatan-kejahatan konvensional yang sesungguhnya tak pernah hilang, bahkan tidak berkurang, dari kehidupan kita sehari-hari.
Ketika semua berteriak menuntut hukuman berat bagi koruptor dan bandar narkoba, pada saat yang sama residivis hampir tak pernah mendapat hukuman setimpal. Akibatnya, nafsu dan keinginan mereka untuk terus mengulangi kejahatan sulit dibendung. Seusai menjalani hukuman penjara yang mungkin hanya beberapa bulan, mereka beraksi lagi. Merampok lagi. Membunuh lagi.
Seperti itu juga yang terjadi pada Ramlan Butar Butar, salah satu pelaku pembunuhan di Pulomas yang akhirnya mati ditembak polisi saat penangkapan. Ramlan merupakan residivis kambuhan. Pada tahun lalu, 2015, ia diketahui pernah tertangkap karena merampok di Griya Telaga Permai Tapos, Depok. Namun, aneh bin menjengkelkan, setahun kemudian ia dan komplotannya sudah merampok lagi di Pulomas, bahkan disertai dengan pembunuhan.
Publik pun dibuat bertanya-tanya, seperti apakah penuntutan dan penegakan hukum untuk penjahat semacam ini? Sebegitu tak menjerakankah hukuman buat mereka sehingga tak ada istilah kapok di kamus mereka?
Atau justru sistem di lembaga pemasyarakatan yang terlalu lemah untuk membina mereka? Atau mekanisme pemberian remisi yang terlalu diobral, dan masih banyak atau yang lain.
Inilah mengapa kasus Pulomas harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Betul, di satu sisi kita harus memberikan apresiasi kepada jajaran Polda Metro Jaya yang sigap dan cepat mengungkap sekaligus meringkus komplotan pelaku pembunuhan sadis itu. Kita berharap polisi juga dapat segera mengurai motif dan latar belakang kasus tersebut agar tidak keburu dipenuhi dengan spekulasi-spekulasi ngawur.
Namun, kecepatan saja mungkin belum cukup. Belajar dari kasus perampokan dan pembunuhan di Pulomas, kita mendesak di masa mendatang harus ada konsensus di antara para penegak hukum untuk tidak lagi memberi ruang gerak bagi residivis.
Mulai polisi, jaksa, hakim, sampai lembaga pemasyarakatan harus bergerak dalam nada yang sama bahwa hukuman berat juga layak dijatuhkan kepada mereka. Tuntut dan hukum mereka seberat-beratnya, dan pertimbangkanlah untuk tidak dengan mudah memberikan remisi atau pengurangan hukuman dalam bentuk apa pun.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved