BANYAK orang mengeluhkan bangsa yang besar seperti Indonesia saat ini telah kehilangan pusat-pusat keteladanan. Para elite yang mestinya menjadi panutan di tengah masyarakat sebagai mercusuar di kegelapan, malah memupuk kegelapan itu menjadi kian pekat.
Negeri ini terus menyebut diri sebagai bangsa religius. Nabi Muhammad, Isa Almasih (Yesus Kristus), dan Sidharta Gautama yang telah tiada ratusan tahun lamanya, perangai mereka terus dikumandangkan sebagai sosok yang harus diteladani.
Tapi anehnya, para penganjur itu sendiri gagal mencontoh panutan mereka. Fakta telanjang dari kian redupnya pusat-pusat teladan ialah sejumlah kejadian dalam Pemilu Lesgilatif 2014 ini.
Para elite sangat haus untuk berburu kursi kekuasaan sembari melupakan dan menabrak segala aturan main. Bahkan, perilaku lancung yang menerobos segala cara dilakukan dengan tanpa sedikitpun rasa bersalah. Di antara calon anggota legislatif, masih banyak yang lebih mengedepankan saling sikut dalam kontestasi dan kompetisi politik sembari mengubur dalam-dalam nalar dan etika dalam berpolitik.
Ada caleg yang sudah menggelontorkan bantuan untuk pembangunan tempat ibadah, namun karena suara yang didapatkannya dalam pemilu tidak signifikan, menarik kembali bantuan tersebut. Ada pula yang memblokade fasilitas publik berupa jalan raya, juga karena alasan yang sama.
Kita juga menyaksikan politik uang dipraktikkan secara telanjang, bahkan dengan cara 'bermain mata' antara caleg dan penyelenggara pemungutan suara. Sebagian pemilih pun seperti menikmati extravaganza dengan menyebut bahwa kehadiran pemilu merupakan saat pesta memanen rezeki. Yang mengenaskan, ada pula yang meneruskan kemarahan dengan cara membakar gedung tempat dokumen rekapitulasi pemungutan suara disimpan.
Itulah yang terjadi di Kecamatan Sindue dan Sindue Tobata, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Akibatnya, hasil perolehan suara Pemilu Legislatif 2014 di dua kecamatan tersebut, berikut seluruh dokumennya hangus terbakar. Tidak ada satu pun dokumen yang tersisa, dan kotak suara habis terbakar.
Perilaku seperti itulah yang membuat negeri ini mengalami kemiskinan wahana untuk mencetak nilai-nilai luhur bangsa yang diidamkan menjadi karakter bangsa. Jangankan berkorban untuk bangsa sebagaimana yang ditunjukkan oleh para pemimpin kita tempo dulu, juga oleh ajaran-ajaran agama yang masih terus digaungkan, sekadar memberi contoh kecil saja, mereka pun gagal.
Padahal, bangsa ini pun sesungguhnya memiliki pahlawan-pahlawan keagungan dalam berbagai bidang kehidupan. Akan tetapi, kisah-kisah keteladanan mereka tidak terpatri dalam sanubari para lokomotif politik di negeri ini. Karena itu, suatu usaha harus dilakukan untuk mengangkat mutiara bangsa yang terpendam ini ke altar kesadaran publik.
Setiap momen penting perayaan keagamaan, seperti peringatan wafatnya Isa Almasih hari ini, harus mampu kita gulirkan sebagai saat krusial untuk becermin dan bertekad memperbaiki keadaan.
Para elite mesti memberi teladan dengan mengedepankan harmoni dalam kompetisi. Penegak keadilan harus memberi teladan dengan menegakkan hukum setegak-tegaknya tanpa padang bulu. Jika itu bisa kita capai, rakyat pun akan menjadikan kebenaran sebagai kebiasaan, bukan membenarkan kebiasaan, apalagi jika kebiasaan itu adalah kebiasaan buruk.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.