Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH sigap penegak hukum dalam menindak para pengganggu kampanye pilkada DKI Jakarta patut mendapatkan acungan jempol. Polisi telah membuktikan profesionalitasnya. Hak konstitusional pasangan calon pun telah ditegakkan.
Tidak sampai dua minggu sejak pelaporan ke Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta, penegak hukum mendapatkan tersangkanya. Meski hanya satu dari tiga laporan yang ditindaklanjuti, hal itu sudah bisa menegaskan bahwa kampanye pasangan calon merupakan tahapan pilkada yang dijamin undang-undang. Ketika ada pihak yang menabrak undang-undang, tindakan itu juga merepresentasikan perlawanan terhadap hukum.
Pasal 187 ayat 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 menyatakan setiap orang yang dengan sengaja mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya kampanye ialah pelaku pidana. Penghadangan kampanye pertama-tama jelas merugikan kandidat. Kandidat tidak dapat menyampaikan gagasan atau program mereka. Padahal, seringkali dikatakan pilkada semestinya menjadi arena pertarungan gagasan dan program.
Penghadangan kampanye jelas pula merugikan masyarakat. Masyarakat tidak mendapatkan informasi tengang progran kandidat. Padahal, seringkali dikatakan rakyat semestinya memilih kandidat karena gagasan dan program kerja mereka. Oleh karena itu, tidak berlebihan bila kita menyebut pelaku penghadangan kampanye kandidat ialah penista demokrasi.
Sebenarnya bukan cuma Djarot yang dihalang-halangi. Pasangan Djarot, kandidat Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, malah mendapatkan intimidasi dan keselamatannya pun terancam sehingga harus dilarikan dengan angkutan kota oleh petugas keamanan.
Kemarin, ketika tidak ada upaya intimidasi, kampanye blusukan Basuki di Pulomas, Jakarta Timur, antusiasme warga sangat tinggi. Warga membludak berdesakan untuk sekadar foto bersama dan bersalaman dengan kandidat petahana ini. Bahkan kaus bergambar pasangan nomor urut dua tersebut ludes dalam sekejap.
Penetapan NS sebagai tersangka atas dugaan pidana mengganggu jalannya kampanye calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat jelas menjadi gong yang menggaung ke seantero Jakarta bahwa ada konsekuensi bagi para pengganggu jalannya pesta demokrasi.
Ia memberi efek jera baik bagi pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari maupun bagi pihak yang masih berniat untuk melakukan hal serupa. Tindakan tegas aparat juga mencegah perbuatan serupa menular ke daerah lain yang juga menyelenggarakan pilkada. Seringkali dikatakan pilkada DKI merupakan baromater bagi pilkada di daerah lain.
Ke depan, publik jelas menginginkan proses pilkada yang berjalan adil dan seimbang bagi setiap calon. Tak boleh lagi ada distorsi penyampaian visi dan misi bagi setiap kandidat. Pemilihan lima tahun sekali ini jangan sampai ternoda oleh aksi segelintir pihak.
Badan Pengawas Pemilu sebagai wasit pemilu diharapkan lebih proaktif lagi dalam menjaga muruah demokrasi di Jakarta. Kita berharap penelusuran pidana pilkada DKI itu tidak berhenti di NS saja. Kita, juga tim kampanye pasangan Basuki-Djarot, menduga penolakan-penolakan terhadap pasangan tersebut patut diduga terkoordinasi dengan rapi. Dugaan itu juga pernah disampaikan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan.
Jangan biarkan NS jadi tumbal sendirian. Kita mendorong Bawaslu dan Polri menelusuri siapa berada di balik NS dalam aksi penghadangan yang dilakukannya. Memang tidak mudah memproses hukum setiap pengacau kampanye. Bawaslu dibatasi lima hari buat mempersiapkan laporan kepada polisi. Polisi punya waktu 14 hari melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan kepada jaksa.
Tidak mudah bukan berarti tidak bisa. Oleh karena itu, sekali lagi, kita mendesak aparat berwenang menelusuri penggerak NS. Memidanakan penggeraknya menjadi keniscayaan. Si penggerak itulah penista demokrasi sesungguhnya.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved