Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH lama citra aparatur sipil negara (ASN) jadi cemoohan. Cemoohan itu ada benarnya meski tak seluruhnya benar.
Salah satu yang menjadi bahan cemoohan ialah kualitas aparatur kita. Bahkan dengan reformasi yang telah lama bergulir, mutu ASN masih lambat meningkat. Kini pun, 64% ASN hanya berkemampuan juru ketik. Demikian diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan dan Rebiro) Asman Abnur.
Seberapa pun menyedihkan, kondisi ini tidak bisa lagi hanya jadi cemoohan. Itu disebabkan besarnya jumlah aparatur inkompeten berarti besarnya beban negara. Pagu anggaran belanja pegawai, termasuk gaji pegawai negeri sipil (PNS), dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 mencapai Rp347,5 triliun.
Memang dalam Rancangan APBN 2017, pemerintah tidak menambah anggaran belanja pegawai. Namun, itu tetap tidak bisa menjadi permakluman untuk terus menyokong pegawai inkompeten.
Ibarat bus yang tidak bisa melaju, ASN bermutu rendah tidak akan pernah menjadi keuntungan bagi negara. Malah lambat laun mereka kian menjadi bumerang karena kinerja yang pasti akan menurun seiring dengan usia.
Tidak hanya itu, ASN inkompeten juga merupakan bagian dari mata rantai rekrutmen yang kotor, juga penuh pungli.
Sudah bukan rahasia, hingga kini penerimaan pegawai belum bersih dari praktik KKN. Meski lembaga rekrutmen sudah dilibatkan, tidak jarang yang berpengaruh tetap kedekatan hubungan atau nilai sogokan. Jika sudah demikian, bagaimana mungkin kita mengharapkan kinerja bersih dari aparat-aparat bermodal curang?
Lalu kini pertanyaannya, cukupkah permasalahan ASN ini diselesaikan dengan program beasiswa? Program itulah yang sedang dipersiapkan Menpan dan Rebiro bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN). Harapan mereka ialah kemampuan para ASN bermutu rendah dapat ditingkatkan.
Beasiswa memang perlu diberikan, tetapi kita harus jujur bahwa program semacam itu tidak dapat cepat mengubah kinerja apalagi kemampuan. Terlebih bagi ASN mutu rendah yang tak lagi berusia muda.
Oleh karena itu, negara perlu mendorong kebijakan pensiun dini. Kebijakan itu pernah disebut akan diberlakukan mulai tahun ini.
Namun, kemudian wacana itu dipertanyakan karena uang pesangon belum diatur Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Beberapa pihak juga mengkhawatirkan uang pesangon justru akan menambah beban negara.
Aturan pensiun dini dan pesangon tentu harus dibuat dalam undang-undang. Kebijakan itu perlu didorong karena pemberhentian aparatur inkompeten tetap lebih baik ketimbang memelihara beban. Meski tampak cukup memberatkan, negara akan memiliki kesempatan untuk menggenjot kinerja dan kemampuan.
Lebih dari itu, negara harus memastikan rekrutmen pegawai negeri sipil berlangsung bersih dan sesuai dengan kebutuhan. Hanya dengan cara itu pula, putra-putri bangsa cemerlang, yang sesungguhnya juga berlimpah di negeri ini, dapat bekerja membangun bangsa.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga yang sejatinya bertugas mengusut dan memberantas korupsi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto juga bukan tidak menyadari persoalan ini.
GOOGLE dan Youtube akhirnya tunduk dan manut terhadap aturan main di Indonesia.
JUTAAN siswa berjuang keras tiap tahun untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik demi meraih masa depan.
PENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, yang kemudian disusul penaikan harga elpiji nonsubsidi, memang tak terhindarkan.
SETELAH penantian panjang, 22 tahun lamanya, akhirnya pekerja rumah tangga (PRT) diakui negara sebagai sebuah profesi.
PERNYATAAN Jaksa Agung ST Burhanuddin, yang meminta jajarannya tidak sembarangan menetapkan kepala desa sebagai tersangka, patut dicermati secara jernih
DUA hari lagi, tepatnya 22 April 2026, kelompok terbang (kloter) pertama jemaah haji Indonesia akan melangkahkan kaki dan bertolak meninggalkan asrama haji menuju Tanah Suci
KAMPUS seharusnya menjadi ruang aman, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar, berpikir kritis, dan membangun karakter.
Kebebasan pers merupakan sebuah wujud kemuliaan yang menjadi nadi dari negara demokrasi.
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan kenegaraan ke daratan Eropa.
PENANGKAPAN Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, membuka tabir yang teramat menyesakkan dada.
Diversifikasi sumber energi, penguatan cadangan strategis, serta percepatan transisi menuju energi baru dan terbarukan bukan lagi sekadar opsi, melainkan keniscayaan.
PROSPEK perdamaian di Timur Tengah mulai tampak, tetapi seperti fatamorgana. Damai itu terlihat dekat, tapi mudah menguap sebelum benar-benar terwujud.
Kejaksaan tidak dapat melepaskan tanggung jawab atas langkah yang diambil oleh JPU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved