Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKTIK pungutan liar alias pungli sejatinya tak sesederhana yang tampak di mata. Sepertinya remeh-temeh, tetapi sebetulnya menyimpan kesewenang-wenangan yang tak boleh diremehkan. Pelaku pungli bukan saja telah melakukan perbuatan melawan hukum, melainkan juga telah berlaku semena-mena karena menyebabkan rusaknya sendi-sendi pelayanan negara terhadap publik.
Namun, ironisnya, praktik ini justru telah membudaya di hampir semua sektor dan seluruh lini. Pungli di Kementerian Perhubungan yang digerebek polisi, yang kemudian menjadi sorotan nasional karena penggeledehan itu disaksikan langsung Presiden Joko Widodo, Selasa (11/10), sesungguhnya hanya secuil contoh dari segunung fakta bahwa praktik culas itu sudah menggurita di instansi-instansi pemerintahan.
Pemerintah boleh saja mencita-citakan good governance, tetapi nyata terjadi bahwa lingkungan aparatur negara itu masih dipenuhi pejabat dan petugas bermental korup. Mereka tak peduli dengan profesionalitas, tak acuh dengan transparansi, dan, mungkin, tak pernah punya keinginan untuk memiliki budaya kerja yang baik.
Bagi mereka, uang ialah segalanya. Karena itu, dalam setiap tindakan mereka, tendensi untuk melakukan praktik-praktik korupsi sangat besar. Pelayanan publik yang mestinya ditempatkan sebagai visi utama birokrasi malah diselewengkan menjadi peluru untuk mengeruk keuntungan finansial.
Fakta maraknya pungli itu sekaligus menunjukkan dengan tegas bahwa ada yang salah dengan proses pengawasan, terutama pengawasan internal di kementerian dan instansi pemerintah lain. Istilah yang cukup sering kita dengar dari dulu, yakni pengawasan melekat (waskat), kini majal.
Padahal, di setiap kementerian punya inspektorat jenderal (itjen), di pemerintah daerah punya Badan Pengawasan Daerah (Bawasda). Di atas itu ada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Secara kelembagaan, sejatinya, sudah lebih dari cukup. BPKP, itjen, dan Bawasda merupakan ujung tombak pengawasan internal birokrasi. BPK, meski dibentuk dengan sudut pandang dan kepentingan yang berbeda, pada prinsipnya juga memiliki fungsi pengawasan yang melekat.
Namun, karena fungsi pengawasan lembaga-lembaga itu melempem, tidak dilakukan dengan integritas dan profesionalitas yang tinggi, akibatnya fatal. Pungli yang sudah jadi rahasia umum, yang kadang-kadang bahkan dapat terlihat dan terendus dengan amat mudah pun tak mampu mereka ungkap. Kalau pungli saja tak tampak di mata mereka, bagaimana dengan korupsi-korupsi lain yang modusnya lebih canggih?
Karena itu, instruksi Presiden untuk membentuk Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli yang bakal dipimpin Menko Polhukam Wiranto mestinya bisa dibaca sebagai respons kegeraman Presiden terhadap mandeknya pengawasan internal yang membuat praktik busuk semacam pungli terus merajalela. Inilah barangkali cara Presiden untuk menohok lembaga-lembaga pengawas yang sudah ada untuk bekerja lebih profesional, lebih rigid, dan transparan.
Jika tohokan itu tak juga mempan dan pelanggaran aparatur negara masih saja marak terjadi, lalu muncul opsi pembubaran lembaga-lembaga itu, kenapa tidak? Toh, mereka tak ada fungsinya, cuma memboroskan uang negara.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved