Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA rumus yang berlaku dalam dunia ilmiah, yakni orang atau peneliti boleh salah, tetapi haram berbohong. Rumus itu semestinya berlaku pula dalam survei, jajak pendapat, atau hitung cepat karena ketiganya merupakan instrumen ilmiah. Rumus itu perlu kita tegaskan kembali mengingat kita tengah memasuki masa pilkada serentak 2017. Kita memprediksi bakal terjadi perang survei di perhelatan pilkada.
Bahkan, perang survei telah terjadi di Pilkada DKI 2017. Mungkinkah lembaga survei berbohong? Sangat mungkin. Pada Pemilu 2014 sejumlah lembaga survei yang hasil hitung cepatnya memenangkan pasangan calon Presiden Prabowo Subiyanto dan calon Wakil Presiden Hatta Radjasa patut diduga telah membohongi publik.
Disebut diduga membohongi publik lantaran hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei itu berbeda dengan hasil hitung cepat sebagian besar lembaga survei yang memenangkan pasangan calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Jusuf Kalla. Faktanya memang hasil rekapitulasi suara oleh KPU menunjukkan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla memenangi Pilpres 2014.
Perlu ada etika untuk mengawal perilaku lembaga survei agar mereka tidak berbohong. Lembaga survei sebetulnya telah memiliki Pakta Integritas Survei yang antara lain menyebutkan lembaga survei tidak akan mengurangi atau menambahkan data hasil survei.
Survei bagaimanapun merupakan alat pemasaran politik. Demi memasarkan kandidat yang membayar survei, boleh jadi hasil survei sebagaimana iklan komersial berisi 'kecap nomor 1'. Semuanya yang terkait dengan kandidat dipasarkan sebagai serbabaik meski belum tentu seperti itu faktanya. Dalam konteks inilah penting bagi lembaga survei untuk mengumumkan siapa penyandang dana survei.
Hasil survei bisa menjadi alat kampanye kandidat untuk memengaruhi pilihan publik. Pakar ilmu politik menyebut dua kategori pengaruh survei, yakni locomotive effect atau bandwagon effect serta underdog efect. Dalam locomotive effect atau bandwagon effect, publik cenderung memilih kandidat yang potensial menang. Itu artinya publik akan memilih kandidat yang tingkat elektabilitasnya paling tinggi.
Dalam underdog effect, publik memilih karena rasa iba. Dalam hal ini, publik akan memilih kandidat yang elektabilitasnya paling rendah. Segala hal yang bisa memengaruhi publik harus diatur. Kita, misalnya, memiliki aturan bahwa hasil survei tidak boleh dipublikasikan di masa tenang.
Yang tak kalah pentingnya ialah lembaga survei selayaknya tidak mengeksploitasi isu-isu sensitif, semisal isu suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA. Ia boleh jadi memengaruhi publik untuk memilih berdasarkan ikatan-ikatan sosiologis, seperti ikatan suku atau agama. Jika itu terjadi, kita boleh meratapi bahwa demokrasi kita telah mundur. Demokrasi mengalami kemunduran karena pemilih menjadi emosional, tidak rasional.
Lembaga-lembaga survei beserta hasil survei mereka merupakan anak kandung kemajuan demokrasi kita. Kehadiran mereka menjadi pertanda kemajuan demokrasi kita. Janganlah lembaga survei memukul mundur demokrasi yang sudah maju itu dengan hasil survei yang tidak berintegritas. Bila lembaga survei membuat mundur demokrasi kita, mereka telah menjelma menjadi anak durhaka demokrasi.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved