Menyelaraskan Orkestra Koalisi

11/4/2014 00:00
HARI-HARI setelah Pemilu 9 April 2014 ialah momen partai politik saling menjalin komunikasi untuk menjajaki koalisi. Koalisi ialah keniscayaan politik kita hari ini setelah hasil hitung cepat mempertontonkan PDI Perjuangan sebagai parpol pemenang pemilu sekalipun tak mampu meraup suara dominan. Parpol-parpol menengah kian menguatkan posisi tawar mereka di mata parpol yang berada di tiga besar.

Melalui forum ini kita berulang kali mengingatkan semua parpol agar menempatkan garis dan tujuan koalisi secara benar, bahwa ia semestinya menjadi instrumen untuk membuat setiap kebijakan yang ditelurkan pemerintah lebih cepat sampai ke masyarakat.

Koalisi tidak boleh dilakukan serampangan hanya demi urusan bagi-bagi jatah presiden, wakil presiden, dan menteri. Koalisi selayaknya didasarkan pada bertemunya maksimal tiga parpol dengan ideologi dan platform sama.

Koalisi efektif ialah koalisi yang ramping, tetapi bertaji. Perjalanan selama 10 tahun terakhir Kabinet Indonesia Bersatu telah memberikan pelajaran berharga buat kita bahwa koalisi gemuk hampir tidak memberikan manfaat untuk mengefektifkan pemerintahan.

Alih-alih mampu membuat pemerintah mangkus, untuk sekadar menyelaraskan orkestra koalisi sudah membuang waktu dan energi. Kabinet hanya dipenuhi dengan orang parpol yang sering kali kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan mereka di sektor yang ia tempati. Dalam sistem seperti ini, terbentuknya kabinet ahli atau zaken kabinet hanya sebuah angan-angan.

Pada saat yang sama, kegagalan koalisi di pemerintahan itu berkelindan dengan koalisi di parlemen yang juga melempem. Padahal, secara matematis, koalisi yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan menguasai 75% lebih dari total kursi di DPR 2009-2014.

Pemilu 2014 digadang-gadang sebagai titik balik negeri ini menjadi negara demokrasi sesungguhnya. Karena itu, hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden semestinya menjadi modal untuk membawa bangsa ini berderap dalam gerak langkah yang lebih sigap dalam mengantarkan Indonesia ke gerbang kesejahteraan dan kedaulatan sejati.

Masih ada kesempatan bagi parpol-parpol yang tengah sibuk mencari kawan berkoalisi untuk tidak lagi terjebak dalam pusaran koalisi yang tidak sehat, tidak efektif, bahkan ganjil. Tidak sulit sesungguhnya membangun orkestra koalisi yang ramping, tetapi selaras dan efektif bila sedari awal ia dibangun berdasarkan kesamaan ideologis.


Berita Lainnya