Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK sampai tiga bulan dari terkuaknya jaringan pembuat dan pengedar vaksin palsu, pemerintah kembali kebobolan. Kali ini yang terungkap telah beredar luas ialah obat-obatan palsu. Sama seperti kasus vaksin palsu, obat palsu yang terungkap juga tidak main-main jumlahnya.
Dari lima gudang produksi di Balaraja, Banten, yang digerebek tim gabungan Bareskrim Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) saja, ada 42 juta butir obat palsu dan ilegal dari berbagai jenis obat. Itu baru di hulu. Di hilirnya jumlah obat yang sudah beredar boleh jadi lebih banyak lagi.
Kita kembali dibuat cemas sekaligus geram karena praktik yang tergolong mengerikan seperti itu lagi-lagi lolos dari pengawasan pemerintah. Disebut mengerikan karena pemakaian obat palsu yang berkategori obat keras itu dapat menimbulkan efek halusinasi yang amat mungkin ikut berkontribusi terhadap maraknya kriminalitas.
Apalagi, menurut polisi, peredaran obat palsu itu diduga sudah menjangkau dari Sabang sampai Merauke. Artinya, kejahatan itu sudah sangat sistematis. Taruhannya ialah masa depan bangsa. Seluruh generasi bisa rusak karena obat-obat palsu itu diedarkan untuk dikonsumsi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Mengusut tuntas kasus itu hingga menemukan siapa aktor utama di balik pembuatan dan peredaran obat palsu itu ialah satu keharusan. Polisi, dibantu Badan POM, mesti serius dan cergas menguak permainan kotor bisnis pemalsuan bernilai miliaran rupiah tersebut. Penanganan kasus yang cepat dan tepat paling tidak akan sedikit menghapus dosa negara yang telah lalai dalam melindungi warga negara, terutama generasi mendatang bangsa ini.
Polisi tak sepatutnya berlama-lama menangani kasus ini. Hingga kemarin, belum ada satu orang pun yang ditetapkan jadi tersangka dalam kasus tersebut. Pada saat yang sama, pemerintah juga harus mengambil langkah menyeluruh untuk mengetahui secara pasti cakupan peredaran obat-obat palsu. Ketika hulunya sudah terungkap, mestinya tak terlalu sulit bagi polisi menyisir hilirnya.
Namun, apakah itu cukup? Tentu belum jika kita menginginkan kasus serupa tak bakal terulang. Sebaik-baiknya perlindungan negara terhadap warga negara seharusnya dimulai tanpa mesti menunggu kejahatan dilakukan terlebih dulu. Perlindungan terbaik yang bisa diberikan ialah ketika pemerintah dapat mencegah terjadinya satu kejahatan.
Namun, yang terjadi saat ini pengawasan terhadap peredaran obat-obatan seakan dilakukan apa adanya, tidak menggunakan perspektif perlindungan terhadap warga negara. Tak mengherankan bila kecolongan dan kebobolan acap terjadi.
Dalam kasus vaksin palsu, misalnya, bagaimana mungkin borok pemalsuan baru ketahuan 10 tahun kemudian? Juga terkait dengan obat palsu saat ini, mengapa setelah beredar selama berbulan-bulan hampir ke seluruh wilayah Indonesia, obat-obat abal-abal itu baru terungkap?
Pemerintah, khususnya Badan POM dan Kementerian Kesehatan, mau tidak mau harus meningkatkan level pengawasan mereka ke tingkat tertinggi. Setelah status darurat narkoba dan darurat korupsi yang masih melekat, bangsa ini tentu tak ingin menambahnya dengan status darurat obat-obatan.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved