Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
SUDAH tak terbilang jumlah kepala daerah yang meringkuk di bui karena terbukti melakukan korupsi. Anehnya, korupsi sebagai perbuatan laknat itu tetap saja digandrungi pejabat daerah. Kasus teranyar terjadi di Banyuasin, Sumatra Selatan.
Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian dan sejumlah pejabat pemerintah kabupaten itu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (4/9). Bupati berusia 32 tahun itu diduga menerima suap ijon proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin tahun anggaran 2017.
Penangkapan Yan Anton merupakan operasi tangkap tangan ke-11 KPK sepanjang 2016. Ia merupakan kepala daerah kedua yang ditangkap KPK tahun ini. Pada April lalu, KPK menangkap Bupati Subang, Jawa Barat, Ojang Sohandi terkait dengan korupsi dana kapitasi BPJS Kesehatan Kabupaten Subang.
Mengapa kepala daerah tetap menggandrungi korupsi? Bukankah keledai saja ogah masuk lubang yang sama? Harus berani dikatakan bahwa berbagai sanksi dan hukuman yang selama ini dijatuhkan kepada koruptor belum menimbulkan efek jera. Fakta yang ada terang benderang memperlihatkan makin ringannya vonis untuk koruptor. Pada 2013 rata-rata lama vonis penjara terpidana korupsi ialah 2 tahun, 11 bulan, sedangkan pada 2015 hanya 2 tahun, 2 bulan.
Tidak hanya itu. Sadar atau tidak sadar, negara ini selalu membentangkan karpet merah untuk koruptor berupa fasilitas remisi. Meski ketentuan perundang-undangan menyebutkan remisi hanya untuk koruptor kategori justice collaborator, toh remisi diobral untuk semua koruptor. Bahkan, kini, ketentuan justice collaborator hendak dihapus.
Dari sisi politik, mekanisme rekrutmen calon kepala daerah oleh partai politik boleh jadi berkontribusi pada makin suburnya perilaku koruptif. Rekrutmen dengan cara-cara calon membeli perahu politik menciptakan ongkos politik yang tinggi. Oleh karena itu, parpol harus memainkan mekanisme jemput bola orang-orang baik untuk direkrut menjadi calon kepala daerah tanpa mahar politik.
Pada saat yang sama, makin terkikisnya budaya malu dan budaya bersalah membuat masyarakat juga permisif dan bahkan cenderung mudah melupakan pejabat negara yang melakukan korupsi. Paripurnalah sudah kala koruptor juga dilegalkan menjadi calon kepala daerah.
Perang melawan korupsi mestinya melibatkan semua elemen bangsa, termasuk keluarga. Peran keluarga diberi penekanan khusus karena tren korupsi kepala daerah mulai melibatkan anggota keluarganya. Banyak orang terdekat kepala daerah yang masih berkuasa terlibat korupsi secara langsung. Dalam kasus Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, misalnya, KPK menduga uang suap dipakai untuk kepentingan tersangka dan istrinya terkait dengan kewajiban keagamaan.
Jujur dikatakan bahwa korupsi sebagai kejahatan luar biasa hanya indah dalam teks perundang-undangan, tetapi miskin, sangat miskin, dalam praktiknya. Karena itu, KPK jangan pernah lelah memerangi korupsi. Namun, kita juga sadar, harapan untuk membasmi korupsi yang kian menggurita tidak bisa hanya dipikul KPK. Dalam sistem peradilan pidana korupsi dibutuhkan kepolisian, kejaksaan, dan hakim. Aparat penegak hukum jangan pernah maju tak gentar membela yang bayar.
Kita membutuhkan kepolisian yang tangguh dan tidak mudah bertekuk lutut kepada korupsi. Pun, kita membutuhkan jaksa yang mampu menyelidik dan menyidik perbuatan korupsi yang diduga dilakukan pejabat di daerah ataupun pusat.
Tidak kalah pentingnya, kita sangat membutuhkan hakim yang progresif dan terpanggil untuk memerangi korupsi. Menjatuhkan hukuman ringan dengan tidak menyita harta kekayaan yang diduga hasil korupsi hanya akan membuat koruptor berjaya dan korupsi terus digandrungi.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved