Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
EKSISTENSI bangsa ini tidak akan bisa lepas dari prinsip-prinsip dasar yang fondasinya telah dibangun dengan susah payah oleh para pendiri Republik. Sayangnya, justru sebagian besar ketidakmampuan anak bangsa ini memecahkan masalah hari ini disebabkan ketidakmampuan merawat warisan terbaik dari masa lalu.
Banyak legacy yang diupayakan dengan susah payah oleh para pendiri bangsa kerap dianggap sebagai bagian masa lalu yang usang. Ia dianggap tidak lagi kompatibel dengan kekinian kendati hal-hal yang disebut sebagai 'kekinian' itu menabrak prinsip-prinsip dasar dalam berbangsa.
Tengoklah ketika banyak elite di Republik ini menanggalkan begitu saja warisan termahal para pendiri bangsa, yakni karakter bangsa yang dirumuskan lewat Pancasila, demi hal-hal pragmatis. Sebagian elite di negeri ini mudah silau oleh hal-hal yang dianggap 'wah' oleh bangsa lain sehingga cara serampangan pun dipraktikkan demi menggapai hal yang dianggap 'wah' tersebut.
Kondisi seperti itulah yang terjadi saat sebagian elite bangsa ini membentangkan karpet merah secara serampangan guna memberikan kemudahan kepada anak bangsa yang dianggap cemerlang demi mendapatkan status kewarganegaraan dan selanjutnya menduduki posisi strategis. Padahal, di antara anak bangsa yang disebut cemerlang itu, nyata-nyata telah disumpah untuk menjadi warga negara lain.
Bahkan, demi meraih hal-hal pragmatis jangka pendek tersebut, aturan pun dikesampingkan. Prinsip kesetaraan anak bangsa di depan hukum pun ditabrak. Tidak mengherankan jika banyak yang mengkritik kita mengalami amnesia yang parah tentang makna kemerdekaan dan perjuangan melahirkan ideologi kebangsaan. Kita terlampau mudah menukar hal-hal prinsip kebangsaan tanpa kajian yang mendalam dengan rupa-rupa tujuan jangka pendek yang amat pragmatis.
Kalau bicara kecemerlangan, masih banyak anak bangsa di negeri ini yang sangat pintar dan tetap menggenggam kewarganegaraan Indonesia siap membaktikan diri untuk kepentingan Republik. Mereka telah bertahun-tahun mendedikasikan loyalitas terhadap Republik ini dengan cara bekerja di ruang-ruang sunyi. Mereka berpeluh tanpa perlu sorotan kamera. Tinggal akses yang belum menghampiri sehingga mereka belum ditarik ke orbit yang lebih inti di pemerintahan.
Justru orang-orang seperti itulah yang layak didekatkan kepada akses utama penggerak pembangunan. Akan tidak adil bila kita memberi karpet merah untuk mereka yang selama puluhan tahun nyaris tidak lagi bersentuhan dengan jatuh bangunnya Republik ini, tetapi mengabaikan para loyalis bangsa yang berjerih payah.
Karena itu, bila kita hendak memanfaatkan kemampuan siapa pun anak bangsa yang dianggap cemerlang yang telanjur berkewarganegaraan asing, berikan kesempatan mengurus kewarganegaraan hingga tuntas secara sewajarnya saja, tanpa perlu jalan khusus. Bangsa ini memang harus merangkul seluruh komponen masyarakat agar membawa nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari terbit hingga terbenamnya matahari, kita melihat orang-orang berpeluh tanpa mengeluh, berkeringat karena semangat, kerja keras menjadi ibadah, ketaatan menjadi kesadaran, kejujuran menjadi harga diri dan kehormatan. Seperti itulah wajah Indonesia sebenarnya. Tangan mereka adalah tangan Indonesia yang sejati. Keluhuran budi mereka adalah keluhuran Indonesia yang sesungguhnya.
Jangan sampai prinsip-prinsip kebangsaan yang telah mengakar tersebut tercerabut karena alasan-alasan praktis pragmatis yang seolah indah di awal, tetapi mencelakakan di ujung.
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved