DALAM organisasi tingkat mana pun persiapan dan eksekusi berperan sama penting. Tanpa eksekusi yang baik, bahkan persiapan dan rencana matang akan seperti rumah tanpa atap. Persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari bakal sia-sia tanpa fungsi eksekusi.
Itu pula yang hendak kita ingatkan dalam praktik demokrasi paling akbar, yakni pemilihan umum. Tanpa eksekusi rapi, pemilu yang akan digelar serentak besok di dalam negeri justru akan menjadikan persiapan yang dilakukan jauh sebelumnya percuma, bahkan memicu kisruh dan ketidakstabilan.
Paling tidak ada tiga hal penting yang harus dipersiapkan dan dieksekusi penyelenggara pemilu. Ketiga hal tersebut ialah memastikan semua orang yang berhak memilih dapat menggunakan hak pilih, memastikan ketersediaan logistik, serta memastikan penghitungan dan rekapitulasi suara berlangsung jujur dan adil.
Terkait dengan hak pilih warga negara, tidak boleh ada satu pun warga negara yang punya hak pilih dan hendak menjalankan hak pilihnya, tetapi tidak dapat menggunakannya di hari pencoblosan besok. Penyelenggara pemilu harus menyiapkan mekanisme dan eksekusinya bila terjadi hal-hal di luar rencana.
Itu perlu kita ingatkan karena ada selisih jumlah pemilih tetap awal dengan yang terakhir diumumkan KPU. Penggunaan kartu tanda penduduk untuk dapat memilih merupakan eksekusi yang patut kita apresiasi. Namun, kita tetap mengingatkan penyelenggara pemilu agar tidak terjadi celah bagi munculnya pemilih siluman akibat rapuhnya mekanisme dan eksekusi.
Dalam soal logistik, di tiga hari menjelang pemilu, beberapa KPU daerah masih melaporkan kekurangan surat suara. Bahkan kekurangan surat suara terbanyak terjadi di Ibu Kota, yakni Jakarta Timur. Jumlahnya mencapai 56 ribu. Di Manado, surat suara minus 1.000.
KPU harus segera memutuskan apakah kekurangan surat suara ini sungguh adanya atau permainan belaka. Bila kekurangan surat suara betul-betul terjadi, KPU harus menyediakannya. Bila tidak, bakal ada pemilih yang tidak bisa memilih karena ketiadaan surat suara.
Sebaliknya, bila ada indikasi kekurangan surat suara itu merupakan akal-akalan KPU daerah, KPU jangan memenuhinya karena surat-surat suara itu bisa dicoblosi untuk memenangkan caleg atau parpol tertentu. Dalam hal ini, penyelenggara dan pengawas pemilu harus bertindak tegas.
Tahap yang juga krusial ialah penghitungan dan rekapitulasi suara. KPU tidak boleh mengulangi kesalahan KPU terdahulu. Di Pemilu 2009, diduga terjadi kecurangan dalam penghitungan dan rekapitulasi suara. Pengamanan proses dan sistem penghitungan dan rekapitulasi suara menjadi hal penting yang tak dapat ditawar-tawar.
Sekali lagi, kita mengingatkan KPU untuk sungguh-sungguh mengurus dan memastikan hak pilih warga, ketersediaan logistik, serta keamanan penghitungan dan rekapitulasi suara. Bila KPU gagal memastikan ketiga hal tersebut, kredibilitas pemilu tercoreng bahkan hancur.
Namun, bila KPU berhasil mewujudkannya, publik akan memuji penyelenggaraan Pemilu 2014 jauh lebih baik ketimbang pemilu-pemilu sebelumnya. Kita berharap Pemilu 2014 sebagai pemilu paling demokratis di era reformasi. Dengan begitu, akan lahir anggota legislatif yang punya kredibilitas, kapabilitas, dan integritas. Di tangan mereka, kita boleh berharap Indonesia kian sejahtera dan bermartabat.
Berita Lainnya
-
09/8/2025 05:00
BANTUAN sosial atau bansos pada dasarnya merupakan insiatif yang mulia.
-
08/8/2025 05:00
PEMERIKSAAN dua menteri dari era Presiden Joko Widodo oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi menjadi sorotan publik.
-
07/8/2025 05:00
SAMA seperti perang terhadap korupsi, perang melawan narkoba di negeri ini sering dipecundangi dari dalam.
-
06/8/2025 05:00
EKONOMI Indonesia melambung di tengah pesimisme yang masih menyelimuti kondisi perekonomian global maupun domestik.
-
05/8/2025 05:00
BERAGAM cara dapat dipakai rakyat untuk mengekspresikan ketidakpuasan, mulai dari sekadar keluh kesah, pengaduan, hingga kritik sosial kepada penguasa.
-
04/8/2025 05:00
MANTAN Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong dan mantan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto telah resmi bebas dari tahanan.
-
02/8/2025 05:00
Kebijakan itu berpotensi menciptakan preseden dalam pemberantasan korupsi.
-
01/8/2025 05:00
ENTAH karena terlalu banyak pekerjaan, atau justru lagi enggak ada kerjaan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir puluhan juta rekening milik masyarakat.
-
31/7/2025 05:00
KASUS suap proses pergantian antarwaktu (PAW) untuk kader PDI Perjuangan Harun Masiku ke kursi DPR RI masih jauh dari tutup buku alias belum tuntas.
-
30/7/2025 05:00
Intoleransi dalam bentuk apa pun sesungguhnya tidak bisa dibenarkan.
-
29/7/2025 05:00
KEPALA Desa ibarat etalase dalam urusan akuntabilitas dan pelayanan publik.
-
28/7/2025 05:00
KONFLIK lama Thailand-Kamboja yang kembali pecah sejak Kamis (24/7) tentu saja merupakan bahaya besar.
-
26/7/2025 05:00
NEGERI ini memang penuh ironi. Di saat musim hujan, banjir selalu melanda dan tidak pernah tertangani dengan tuntas. Selepas banjir, muncul kemarau.
-
25/7/2025 05:00
Berbagai unsur pemerintah pun sontak berusaha mengklarifikasi keterangan dari AS soal data itu.
-
24/7/2025 05:00
EKS marinir TNI-AL yang kini jadi tentara bayaran Rusia, Satria Arta Kumbara, kembali membuat sensasi.
-
23/7/2025 05:00
SEJAK dahulu, koperasi oleh Mohammad Hatta dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia.